Pil ‘Gedhek’ dan 145 Gram Sabu Dimusnahkan

Ketiga komplotan pengedar narkoba Rusdi, Dokter Dok dan Sri. (Merapi/Sukaryono)

SEMARANG (MERAPI)- Ratusan pil ‘gedhek’ ekstasi milik seorang napi warga binaan LP kelas II B Pati yang disita BNNPJateng, Selasa (9/6) dimusnahkan. Juga ada barang haram sabu seberat 145 gram lebih turut dibakar di dalam mesin khusus diatas mobil yang diparkir di halaman kantor BNNP Jateng, jalan Madukoro Semarang.

Pemusnahan barang bukti itu, juga dihadirkan pemiliknya, Widodo alias Herman Widodo alias Dokter Dok (36), seorang napi kelas II B Pati. Dan, kedua kaki tangannya, seorang risidivis Rusdi alisan Sambungan (34) asal Pekalongan dan seorang wanita Sri alias Wezrek (31) warga Batang.

Terungkapnya peredaran sabu dan pil gedhek dikendalikan dari dalam LP, menurut Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan berawal dari informasi masyarakat. Tim BNNP Jateng tidak menyia nyiakan informasi itu, lalu pada Selasa (5/5) bergerak dan menangkap Rusdi diserta barang bukti sabu 200 gram lebih dan pil gedek 500 butir di rumahnya kawasan Pantai Sari III Panjang Wetan ,Pekalongan Utara kota Pekalongan. Barang haram itu semula dari Sri yang diambil dari Jakarta. Sementara sisa barang bukti sabu maupun pil ekstasi yang dimusnahkan dijadikan barang bukti dipersidangan.

Disebutkan, tersangka Sri atas suruhan Dokter Dok dari dalam LP di tengah pandemi covid-19 naik mobil pick up mengambil narkoba dari Jakarta. Kemudian, barang haram itu sesampai di Pekalongan diserahkan Rusdi untuk dipasarkan. “Sri di tengah penyebaran virus korona mengambil barang dari Jakarta sengaja membawa mobil pick up. Sebab mobil yang boleh operasi pada masa pandemi Corona salah satunya mobil pick up pengangkut barang”, jelas Benny Gunawan.

Dari pengakuan Rusdi, Tim BNNP Jateng menangkap Sri di depan kamar kosnya alamat Kebanyon Lor Kasepuhan Batang, lalu menyusul Dokter Dok. Dokter Dok diciduk atas kerja sama antara BNNP dengan pihak LP kelas II B Pati. Ketiga komplotan pengedar narkoba itu yang teranvam hukuman mati, termasuk Dokter Dok ditahan di sel Kantor BNNP Jateng. (Sky)

Read previous post:
Positif Corona dari Klaster Penjual Ikan Bertambah

Close