Kasus Anak Bakar Ayah, Calon Tersangka Masih dalam Perawatan RS

TEMANGGUNG (MERAPI) – Kepolisian Resort Temanggung memeriksa setidaknya 11 warga untuk dijadikan saksi atas kasus kejadian pembakaran seorang anak As (12) warga Dusun Tempuran, Desa Losari, Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP M. Alfan Armin mengatakan semula warga takut untuk menjadi saksi mengingat terduga pelaku pembakaran, ayah kandungnya, Af (37) termasuk tokoh masyarakat setempat.

” Kami mintai keterangan 11 warga, semula mereka enggan. Akhirnya mereka bersedia datang ke mapolres setelah ada pendekatan,” kata Alfan, Jumat (29/5).

Keterangan dari 11 warga tersebut, kata dia, pelaku penyiraman bensin dan pembakaran mengarah pada Af (37). Tetapi pihaknya belum menetapkan sebagai tersangka. Af belum dimintai keterangan dan masih dalam perawatan medis di RSUD Temanggung, karena menderita luka bakar pada kaki tangan dan perut.

” Ibu kandung korban juga belum dimintai keterangan. Ia masih shock dan mempersiapkan pemakaman korban,” kata dia.

Dia menyampaikan As, yang menderita luka bakar 90 persen meninggal dalam perawatan RSUP Sardjito Yogyakarta, Kamis (28/1). Jenazah langsung diotopsi untuk mengetahui penyebab kematian, dan dikembalikan pada keluarganya Kamis malam untuk dimakamkan.

” Kami masih mendalami kasus tersebut,” kata dia.

Dia mengatakan peristiwa pembakaran itu terjadi Rabu (27/5) sekitar pukul 15.15 WIB. Sang ayah, Af marah pada korban karena pinjam telepon seluler yang kemudian hilang. Af lalu mengambil bensin dari sepeda motor yang terparkir di teras rumah. Bensin tersebut disiramkan ke tubuh korban dan disulut dengan korek api.

As dan Af kemudian dilarikan ke RSUD Temanggung, namun karena luka yang diderita parah lalu As dirujuk ke RSUP Sardjito, sedang Af dalam perawatan di RSUD Temanggung. (Osy)

Read previous post:
PSIKOLOG SOSIAL UGM: “Indonesia Terserah” Harusnya Menggugah Empati Masyarakat

PSIKOLOG sosial Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Koentjoro mengatakan, tagar "Indonesia terserah" seharusnya menggugah rasa empati masyarakat kepada para tenaga

Close