Pembakar Alquran Diburu Sampai Purworejo -Satpol PP sisir 8 pasar, minta warga tak main hakim sendiri

Petugas menunjukkan barang bukti Alquran yang dibakar pelaku
Petugas menunjukkan barang bukti Alquran yang dibakar pelaku

WATES (MERAPI) – Pelaku pembakaran 25 Alquran di Masjid Al Iman Dusun Siluwok, Tawangsari, Pengasih, Kulonprogo masih terus dicari dengan melibatkan petugas dari berbagai pihak. Pencarian bahkan diperluas hingga ke kabupaten lain yang berbatasan dengan Kulonprogo, yakni Bantul dan Purworejo.
Dalam pencarian Kamis (4/1), Satpol PP Kulonprogo menerjunkan 20 personel dengan menyasar tempat-tempat yang kerap disinggahi pengidap gangguan jiwa, salah satunya pasar tradisional. Pertimbangannya, informasi saksi menyebutkan bahwa ciri-ciri pelaku mengarah ke orang penderita gangguan jiwa. Namun sayang, pencarian yang dilakukan sepanjang kemarin siang masih belum membuahkan hasil.
“Sejak pagi kami melanjutkan pencarian Daftar Pencarian Orang (DPO) pembakar Alquran. Tempat yang biasa disinggahi orang gila untuk mendapatkan makanan adalah pasar, namun hingga kini masih nihil,” kata Plt Kepala Satpol PP Kulonprogo, Duana Heru Supriyanta di sela pencarian.
Pencarian ini, menurut Duana dilakukan dengan berbekal informasi dari saksi yang sebelumnya telah menceritakan ciri-ciri pelaku. Petugas kemudian melakukan pencarian ke arah timur hingga ke Bantul serta barat hingga ke Purworejo. Beberapa pasar tradisional yang disasar di antaranya Pasar Temon, Pasar Krendetan, Pasar Pripih, Pasar Cikli, Pasar Kokap, wilayah Sermo, Pengasih dan Kalibawang.
Tidak hanya Satpol PP Kulonprogo, semua komponen juga diminta membantu pihak kepolisian untuk menemukan pelaku agar bisa diketahui motif pembakaran Alquran yang sebenarnya. Penemuan pelaku juga diharapkan bisa berujung pada pengungkapan keadaan jiwa yang sesungguhnya.
Meski demikian, Duana mengimbau agar masyarakat tetap tenang dalam menyikapi kasus ini. Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pilkades 2018 dan Pemilu 2019 harus dijaga agar tetap kondusif.
“Apabila masyarakat mengetahui keberadaan pelaku, harap segera diamankan dan diserahkan ke pihak berwajib. Jangan main hakim sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, pencarian oleh petugas Polres Kulonprogo dilakukan dengan menyambangi rumah warga yang anggota keluarganya mengidap gangguan jiwa. Kapolres Kulonprogo, AKBP Irfan Rifai menyampaikan, keberadaan orang gila di rumah warga kemudian dicocokkan dengan keterangan saksi.
“Hingga kini, pengidap gangguan jiwa yang kami temui ciri-cirinya tidak singkron dengan keterangan saksi. Kami masih terus bergerak melakukan pencarian,” kata Irfan.
Pelaku dengan ciri sesuai keterangan saksi diketahui sempat berada di wilayah Congot, setelah itu kembali lagi ke arah timur. Pihaknya berharap bisa menemukan pelaku agar peristiwa yang sama tidak terjadi lagi, baik di Masjid Al Iman maupun di tempat lain.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 25 kitab suci Alquran di Masjid Al Iman, Dusun Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, dibakar orang tak dikenal, Selasa (2/1). Pembakaran dilakukan di kamar mandi masjid, sesaat sebelum masuk waktu Shalat Dzuhur.
Keberadaan pelaku sempat diketahui saksi, namun tingkah lakunya mengarah kepada orang penderita gangguan jiwa. Penampilannya seperti orang tidak normal, dan ketika ditanya, yang bersangkutan hanya diam. Saat berusaha dikejar, pelaku malah mengangkat pakaiannya dan terlihat tidak mengenakan pakaian dalam. Saksi kemudian menghentikan pengejaran. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Beli Motor Bodong
Beli Motor Bodong

BERHATI-HATILAH ketika Anda membeli barang, apapun bentuknya. Hukum ekonomi mengatakan, teliti sebelum membeli. Salah-salah harus berurusan dengan polisi gara-gara barang

Close