15 Botoh Pilkades Pati Ditangkap Polisi

Kapolres Pati, AKBP Arie Prasetya Syafaat menunjukkan tersangka judi pilkades yang berhasil diamankan. (Foto: Alwi Alaydrus).

PATI (MERAPI) – Bayang-bayang pilkades serentak akan diganggu “botoh”, kemungkinan tidak terjadi. Menyusul ditangkapnya 15 orang penjudi oleh Satgas anti money politik Polres Pati.

Kapolres Pati, AKBP Arie Prastya Syafaat SIK mengungkapkan, 15 orang botoh yang ditangkap, berasal dari wilayah Kecamatan Cluwak, Tayu, Margorejo, Wedarijaksa dan Batangan. Dengan barang bukti uang Rp 182 juta.

Besaran uang judi yang berhasil diamankan dari Cluwak sebesar Rp 4 juta dengan 2 tersangka, Margorejo Rp 96 juta (3), Wedarijaksa Rp 57 juta (5), Tayu Rp 6 juta (2) dan Batangan Rp 19 juta dengan 3 tersangka,

“Ada 1 tersangka perempuan. Ini sangat memprihatinkan” kata AKBP Arie Prasetya Syafaat, Kamis (8/4).

Sebagaimana diketahui, pilkades serentak kabupaten Pati akan berlangsung di 215 desa, Sabtu (10/4). Untuk menghindarkan adanya permainan judi, maka Polres Pati membentuk Satgas Anti Money Politik pilkades.

AKBP Arie Prasetya Syafaat mengatakan, pelaksanaan Pilkades rawan dengan perjudian. Maka harus diantisipasi agar tidak terjadi perjudian menjelang pelaksanan pilkades.

Hasil dari pemeriksaan, terungkap para penjudi mengirim uangnya ke bandar lewat rekening. Dan para botoh akan mendapatkan fee sesuai besarab uang taruhan.

“Modusnya uang ditransfer di rekening bandar, dan pebotoh akan mendapatkan fee. Mereka akan dijerat pasal 303 tentang perjudian, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara,” ujar kapolres Pati. (Cuk)

Read previous post:
Dua Nama Resmi Daftar Jabatan Sekda Sukoharjo

SUKOHARJO (MERAPI) - Dua nama resmi mendaftar dalam seleksi terbuka pengisian kekosongan jabatan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo. Keduanya yakni,

Close