Diduga Terkait Kasus Asabri, Kejagung Sita Sebuah Hotel di Kawasan Solo Baru

SUKOHARJO (MERAPI) – Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia melakukan penyitaan terhadap sebuah hotel di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) dengan tersangka Benny Tjokro. Proses penyitaan dilakukan dengan melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo. Hotel tersebut setelah disita masih tetap beroperasi namun dalam pengawasan ketat petugas.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sukoharjo Tatang Agus Valleyantono, Selasa (6/4) mengatakan, Kejari Sukoharjo sifatnya hanya membantu tim penyidik dari Kejagung RI melakukan penyitaan terhadap sebuah hotel di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Proses penyitaan dilakukan secara mendadak dan pengamanan ketat oleh petugas.

Tim Kejagung RI dan Kejari Sukoharjo sebelum melakukan penyitaan terlebih dahulu menggeledah hotel. Aset sebuah hotel di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo diduga menjadi salah satu bentuk pencucian uang dari korupsi Asabri dengan tersangka Benny Tjokro. Hotel tersebut disita karena diduga dalam proses pembangunan menggunakan dana korupsi.

Objek penyitaan dalam kasus ini dilakukan Kejagung RI berupa dokumen, sertifikat tanah, dan hal administrasi lainnya yang berhubungan dengan hotel. Meskipun telah dilakukan penyitaan namun hotel tetap beroperasi seperti biasa.

“Kejari Sukoharjo hanya bersifat membantu Kejagung RI terkait proses hukum korupsi Asabri berupa penyitaan sebuah hotel di Solo Baru, Grogol,” ujarnya.

Kasi Intel Kejari Sukoharjo Haris Widi Asmoro mengatakan, proses penyitaan hotel di Solo Baru, Grogol menjadi kewenangan penuh Kejagung RI. Kejari Sukoharjo sifatnya hanya membantu saja di daerah. Proses penyitaan dilakukan dengan diawali penggeledahan oleh petugas.

Usai dilakukan penyitaan operasional hotel masih tetap normal seperti biasa. Kejagung RI mempertimbangkan keberadaan banyak karyawan di hotel tersebut apabila harus ditutup maka dampaknya sangat besar bagi mereka.

“Operasional hotel tetap namun setelah dilakukan penyitaan maka pendapatan hotel masuk ke rekening tertutup,” ujarnya.

Haris menjelaskan, dalam proses penyitaan tersebut pihak Kejagung RI juga menyita beberapa dokumen milik hotel. Hal ini dilakukan sebagai barang bukti tambahan kasus korupsi. (Mam)

Read previous post:
PANDEMI COVID-19 SUDAH SETAHUN LEBIH – Pemburu Tanaman Hias Alami Penurunan

NAIK maupun turun jumlah penggemar tanaman hias termasuk hal sudah biasa terjadi di masyarakat. Pada saat ada pandemi Covid-19 dengan

Close