Rekonstruksi Pembunuhan Ki Anom: Dua Anak Korban Berteriak Histeris

Tersangka pembunuhan 4 nyawa menjalani rekonstruksi di Padepokan Seni Ongko Joyo Desa Turusgede, Rembang, Kamis (4/3) pagi. (Merapi-Agus Sutomo)

REMBANG (MERAPI) – Rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan empat (4) nyawa di Padepokan seni “Ongko Joyo”, Desa Turusgede, Kecamatan Kota Rembang/Kabupaten Rembang, Kamis (4/3) mendapat pengawalan ekstra ketat oleh tiga satuan Polres Rembang. Tersangka pembunuh 4 nyawa sekaligus dalam waktu semalam “dikeler” petugas di TKP (tempat kejadian perkara) dengan didampingi penasihat hukumnya Darmawan Budiharto.

Dalam agenda reka ulang kemarin Kapolres Rembang AKBP Kurniawan AR bersama dua jaksa PU dari Kejari setempat turut menyaksikan bagaimana tersangka Smn (43) yang juga seniman kawan akrab korban, warga Dusun Pandak,Desa Pragu,Kecamatan Sulang, Rembang menghabisi empat nyawa dengan “godem” ( alat pemukul dari balok kayu jati,Red) seberat 5 kg. Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito memimpin langsung jalannya rekonstruksi yang dihadiri ratusan warga sekitarnya.

Dua anak laki-laki Ki Anom Subekti, masing-masing Danang (35) dan Wisnu Aji (30) yang ikut berada di ring satu, berteriak histeris dan meminta jajaran penegak hukum menghukum setimpal atas perbuatan biadab tersangka yang sudah dianggap keluarga sendiri. Jeritan histeris juga datang dari keluarga besar dan teman/kolega seniman kondang Rembang Ki Anom yang berdiri di tepi jalan masuk Padepokan Seni OngkoJoyo.

Seperti diberitakan, awal Februari silam telah terjadi pembunuhan sadis yang menimpa keluarga seniman Ki Anom Subekti. Empat nyawa yang melayang di antaranya, Ki Anom sendiri,isterinya Ny Tri Purwati (53), Elfita (11) anak korban serta cucu korban Galuh Sekar Kinanti (9) yang juga anak kandung Danang. Semula aparat menilai kasus tersebut murni dendam, namun sehari kemudian pihak keluarga baru melapor jika Alm Ki Anom baru mendapat penyerahan uang Rp 15 juta dari pembeli gamelan di mana saat itu tersangka Smn sedang bertamu di kediaman korban. Malam harinya dilakukan eksekusi terhadap seluruh penghuni rumah, karena takut jika menunggu esok paginya uang sudah berpindah ke bank.

“Sebanyak 53 adegan diperagakan oleh tersangka Smn,dia sangat kooperatif dengan petugas,” jawab Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito singkat. Sementara itu pengacara tersangka Darmawan Budiharto sebagai pengacara yang ditunjuk Polres Rembang berharap berkas ( BAP,red) beserta tersangka kalau sudah kelar diminta segera melimpahkan ke Kejari,karea kasus ini sudah mendapat SPDP. (Ags).

Read previous post:
Motor Terjun ke Sungai, Pelajar Tewas

TEMANGGUNG (MERAPI) - Seorang pelajar, Awin (17) warga Dusun Tempuran Rt 03 Rw 05 Desa Klepu Kecamatan Kranggan Temanggung ditemukan

Close