Jadi Kurir Sabu, Residivis Divonis 5 Tahun, Denda Rp 1 M

Majelis hakim saat membacakan putusan secara virtual dihadiri jaksa di ruang sidang PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Majelis hakim diketuai Sri Wijayanti Tanjung SH akhirnya menjatuhkan vonis seorang residivis, Supriyo alias Suprek warga Mlati Sleman 5 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan dalam sidang secara virtual yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (25/1).

Vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa Tin Yustini SH yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 8 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 5 bulan kurungan. Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas vonis yang dijatuhkan, jaksa maupun terdakawa masih pikir-pikir. “Kami akan menyampaikan ke pimpinan apakah menerima putusan atau banding,” ujar jaksa Tin Yustini SH usai menghadiri sidang di PN Bantul.

Seperti diketahui sebelumnya, terdakwa ditangkap petugas kepolisian pada Senin 17 Agustus 2020 sekira pukul 02.30 di Simpang Empat Ketandan Jalan Wonosari Banguntapan Bantul. Sebelumnya terdakwa diketahui bekerja sebagai kurir sabu.

Sehingga saat dilakukan penangkapan diketahui terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman dengan berat 5 gram lebih.

Akibat perbuatan tersebut, terdakwa beserta barang bukti diamankan petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Usa)

Read previous post:
2.230 KK Tinggal di Daerah Rawan Longsor

BANTUL (MERAPI) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi menyatakan, sebanyak 2.230 kepala keluarga

Close