DITUNTUT 8 TAHUN DENDA RP 100 JUTA Orang Tua Terdakwa Anggap Kasusnya Dipaksakan

<B>BANTUL (MERAPI)<P> – Arsyad Yasin orangtua terdakwa Arya Pandu Sajati  yang didakwa melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban Fatur Nizar Rakadio (17) meninggal dunia, mengaku syok dan tidak terima atas tuntutan jaksa penuntut umum yaitu hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan. Arsyad Yasin didampingi penasihat hukumnya Farid Iskandar SH menilai tuntutan tidak mencerminkan keadilan.

“Sejak awal kasus ini berjalan, anak saya sudah terkesan dipaksakan untuk dijadikan tersangka dan terdakwa tanpa  mengindahkan bukti serta fakta-fakta, baik fakta persidangan maupun fakta di lapangan,” kata Arsyad. 

Arsyad Yasin juga mengaku anaknya ini telah menjadi korban ketidakadilan dalam proses persidangan di PN Bantul. Sejak ditangkap hingga saat ini, anaknya telah ditahan di Polres Bantul selama hampir 8 bulan.

“Saya berharap anak saya mendapat keadilan. Jika salah silakan dihukum. Tapi jika tidak salah jangan dicari-cari kesalahannya,” urainya.

Penasihat hukum terdakwa Farid Iskandar SH kepada wartawan menjelaskan, persidangan kasus dugaan penganiayaan yang didakwakan berupa pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 ayat c tentang perlindungan anak serta pasal 351 ayat (3) KUHP tidak terbukti. 

“Di sini terungkap bahwa korban meninggal bukan akibat dianiaya oleh terdakwa namun murni akibat lakalantas. Sehingga, dengan terungkapnya fakta peristiwa di persidangan, maka sangat jelas jika perkara ini sangat dipaksakan (dimeja hijaukan),” terang Farid kepada media, Kamis (13/8/2020).

Dipaparkan Farid, kendati terdakwa sempat menendang dan mengenai motor korban, tapi motor hanya oleng dan tidak terjatuh. Namun, ketika oleng itulah dari arah berlawanan muncul motor lain yang kemudian terjadi tabrakan.

“Wajah hukum sudah tercoreng melalui jalannya proses peradilan ini,” tandas Farid. (Fin)

 

 

Read previous post:
Lusiana Olig, Puisi Jadi Ruang Ekspresi

SENANG menulis puisi masih rutin dilakukan Lusiana Oliq yang tinggal di kawasan Mlati Sleman. Wanita yang pernah aktif di bidang

Close