Bea Cukai dan Satpol PP Temanggung Bongkar Gudang Miras

MERAPI-Zaini
Petugas mengangkut miras hasil operasi

TEMANGGUNG (MERAPI) – Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Temanggung dan Bea Cukai Magelang berhasil membongkar penyimpanan dan perdagangan miras tidak berijin di Kabupaten Temanggung, Kamis (6/8).

Kasi Penegak Perda dan Perbup Satpol PP Temanggung Muhammad Akbar mengatakan petugas sempat terkecoh dengan pernyataan pemilik minuman keras (miras) RN warga Kelurahan Jampirejo Kecamatan Temanggung, yang hanya menunjukkan puluhan botol yang ada di rumahnya.

“ Petugas tidak langsung percaya, keterangan dari pemilik berbelit dan tidak konsisten, hingga akhirnya ditemukan ribuan botol miras di sebuah gudang,” kata Akbar.

Dikatakan gudang miras itu, berupa ruangan yang tidak berpintu. Letaknya berada di komplek rumah. Hasil penelusuran di ruangan itu berisi ribuan botol minuman beralkohol yang masih terbungkus rapi di kardus. Jumlahnya mencapai ribuan botol. ” Pemilik bukanlah pedagang kecil, tetapi sudah sebagai distributor miras di Temanggung,” kata dia.

Dia menyatakan akan terus berusaha mengungkap perdagangan minuman beralkohol di Temanggung, sesuai dengan peraturan daerah (perda) Temanggung nomor 5 tahun 2015, yang menerangkan minuman beralkohol dengan kandungan lebih dari nol persen tidak diperbolehkan beredar di Temanggung.

“ Pemilik dijerat dengan pasal tindak pidana ringan (tipiring) dengan ancaman hukuman maksimal tiga bulan penjara dan denda minimal Rp 50 juta,” katanya.

Kasubsi Penindakan Bea Cukai Magelang Pratik Sagut Timwanto mengatakan operasi yang dilakukan bermula dari informasi intelijen bahwa ada minuman beralkohol yang masuk ke Temanggung.

“Dari informasi itu kemudian kami kembangkan, dan akhirnya bisa mengungkap distributor di Jampirejo,” katanya.

Ia mengatakan, dalam operasi pihaknya hanya bisa memberikan sanksi administrasi kepada pelanggar, oleh karena itu pihaknya bersinergi dengan Satpol PP Temanggung, dengan menjeratnya dengan pasal tipiring. Barang bukti akan disita dan untuk selanjutnya dimusnahkan.

“ Penjualan minuman berlakohol wajib mendapatkan izin dari bea cukai bila tidak mendapatkan izin namun tetap nekat berjualan maka akan diberi sanksi denda minimal Rp 20 juta dan maksimal Rp 200 juta,” katanya sembari mengatakan hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 terkait cukai. (Osy)

Read previous post:
Gunungkidul Siap Panen Raya Singkong

WONOSARI (MERAPI) - Lahan tanaman singkong seluas 45.816 hektare di Kabupaten Gunungkidul memasuki masa panen pada Agustus ini, dengan harapan

Close