Kasus Pemerkosaan Gadis Sendangrejo, Korban akan Dipindahkan

ilustrasi
ilustrasi

PATI (MERAPI) – Penanganan kasus dugaan pemerkosaan terhadap gadis SM (15), warga Sendangrejo kecamatan Tayu, ternyata cukup pelik. “Diduga pelakunya tidak hanya satu orang saja. Bahkan ada ancaman terhadap korban jika sampai mengaku siapa saja yang sudah bertindak jahil”. Demikian diungkapkan Direktur LBH Bhakti Anak Negeri, Agung Widodo SH MM (CD), Senin (29/6).

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, katanya, korban SM akan dipindahkan (diungsikan) keluar kota. “Untuk menghindari kemungkinan adanya persekusi. Serta memberi rasa tenang agar SM bisa merawat janin yang dikandungnya, secara baik” ucap Agung Widodo.

Berdasar data yang dihimpun, ucap Direktur LBH BAN, korban SM diduga juga dijahili oknum keluarga, dan dua bocah lain, yang umurnya sepantaran. “Ini didasarkan hasil tes psikologi. Korban memang tidak bisa bicara lancar, namun bisa menggambar urutan adegan jahil yang dialaminya” tuturnya.

“Tim penyidik unit IV Satserse Polres Pati bekerja secara teliti. Karena kasus SM sangat rumit. Mungkin ini kasus pemerkosaan pertama, yang paling rumit” tambah Agung Widodo.

Dalam kapasitas pendamping korban SM dan pelapor, tambah Agung Widodo, LBH Bhakti Anak Negeri sangat mengapresiasi kinerja dari tim penyidik polres Pati. “Semangat untuk mengungkap kasus pemerkosaan, sangat luar biasa” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, SM yang mengalami keterbelakangan mental, beberapa kali diperkosa J (70), sehingga hamil.

Kasus ini sangat menarik perhatian banyak orang. Sehingga sampai beaya pemeriksaan psikologi korban, dibantu ketua Partai Demokrat Pati. (Cuk)

Read previous post:
UJI COBA NEW NORMAL: Pantai Parangtritis Diserbu Ribuan Pengunjung

BANTUL (MERAPI) - Objek wisata Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, dikunjungi belasan ribu wisatawan selama dua hari terakhir dalam uji

Close