DIKELOLA PENYANDANG DISABILITAS, DAPAT IZIN BKPM- Pabrik Pengolahan Batu Pasir Segera Operasi

pdf icon
pdf icon
pdf icon


Kepala BKPM, Bahlil (tengah) saat bertemu Bambang (kanan) usai melihat kondisi pabrik pengolahan batu pasir. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Kepala BKPM, Bahlil (tengah) saat bertemu Bambang (kanan) usai melihat kondisi pabrik pengolahan batu pasir. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

KEMALANG (MERAPI) – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia SE menilai pabrik pengolahan batu pasir yang dikelola penyandang disabilitas di Butuh Bawukan Kemalang Klaten telah memenuhi persyaratan segala perizinan untuk beroperasi. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi siapapun untuk menolak pabrik pengolahan batu pasir.
“Setelah kami cek, secara perizinan pabrik ini tidak masalah. Sehingga boleh untuk beroperasi,” ujar Bahlil dalam kunjungan ke pabrik milik penyandang disabilitas, Sabtu (4/1).
Disebutkan, selama ini BKPM telah mengawal semua investasi di seluruh Indonesia baik dari dalam maupun luar negeri. Termasuk investasi di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada selama ini menjalankan usahanya.
Untuk itu terhadap usaha pengolahan batu pasir tersebut, Bahlil menilai usaha yang dilakukan para penyandang disabilitas itu termasuk kategori UMKM karena skala produksinya kecil. Secara aturan usaha tersebut tidak dilarang karena produksinya mencapai 160 kubik/hari.
Untuk itu BKPM meminta agar Bambang Susilo untuk menjalankan usaha tersebut sesuai dengan izin dan aturan yang berlaku. Jangan sampai usaha tersebut memberikan dampak buruk bagi lingkungan.
“Kami berikan kesempatan kepada para pengusaha untuk menjalankan usahanya. Kami berharap usaha tersebut dilaksanakan dengan baik. Kalau terbukti melanggar termasuk mencemari lingkungan kami tak segan mencabut izin,” tegas Bahlil.
Sementara pemilik pabrik pengolahan batu pasir, Bambang Susilo mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan usaha pengolahan batu pasir dari Sungai Gendol tersebut.
Terkait akan terjadinya dampak berdirinya pabrik pengolahan batu pasir, Bambang sudah melakukan antisipasi. Salah satunya mencegah terjadinya pencemaran debu pihaknya telah memasang atap. Sementara untuk mencegah kebisingan telah diantisipasi dengan menanam mesin sedalam sekitar 7 meter. (C-5)


Read previous post:
DUA ANGSA DI MALAM BUTA (2-HABIS) – Tangan Diinjak Perempuan Bertubuh Raksasa

DENGAN datangnya empat orang anggota kelompok rondanya, Muher tidak lagi sendirian. Suyud membawa termos berisi minuman teh jae panas. Kang

Close