Cabuli 2 Bocah, Kakek Dituntut 8 Tahun


Terdakwa saat mendengarkan nasihat penasihat hukumnya di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa saat mendengarkan nasihat penasihat hukumnya di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Seorang kakek yang berprofesi sebagai penambang pasir di Sungai Winongo, Spr (66) warga Kasihan Bantul dituntut 8 tahun penjara serta denda Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (2/9). Terdakwa sendiri telah melakukan pencabulan terhadap dua bocah yang masih SD.

Dalam tuntutan jaksa Nur Ika Yutanita SH yang dibacakan di hadapan majelis hakim diketuai Laily Fitria Titin Anugerahwati SH dan penasihat hukum Deni Kuncoro Sakti SH, dari perbuatannya terdakwa diancam pidana dalam pasal 82 ayat 1 jo pasal 76E UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

“Atas tuntutan dari jaksa penuntut umum tersebut kami akan mengajukan pledoi atau pembelaan pada sidang berikutnya. Kami berharap majelis hakim memberikan hukuman seringan-ringannya mengingat yang bersangkutan sudah tua,” ujar Deni Kuncoro Sakti SH kepada wartawan, usai sidang.

Diketahui, terdakwa dalam kurun waktu tahun 2013 sampai 2019 ingin berhubungan badan dengan istrinya tetapi tidak bisa melayani karena sudah berusia senja. Untuk itu dalam kurun waktu tersebut di atas terdakwa beberapa kali memberi uang kepada Kencur (10-nama samaran) dan Kunyit (11-nama samaran) yang masih tetangganya sendiri supaya mau dipegang bagian alat vital mereka.

Hal itu dilakukan terdakwa di beberapa tempat berbeda-beda di Kasihan bahkan pernah dilakukan di pinggir Sungai Winongo. Saat hendak melakukan aksinya terdakwa selalu memberikan iming-iming uang mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 5.000.

Agar para saksi korban tidak bercerita kepada siapapun, terdakwa terkadang mengancam akan memukul saksi korban bila menolak atau melapor perbuatannya. Tetapi perbuatan terdakwa diketahui setelah saksi korban bercerita kalau alat vitalnya sering dipegang-pegang terdakwa. Bahkan dari pemeriksaan visum diketahui selaput dara saksi korban robek akibat perbuatan terdakwa. (C-5)


Read previous post:
MERAPI - ISTIMEWA Sertifikat Green Hotel Award 2019
Melia Purosani Hotel Yogyakarta Raih “Green Hotel Award 2019”

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Melia Purosani Hotel Yogyakarta kembali menerima penghargaan Green Hotel Award 2019 dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia

Close