SIDANG PENGGELAPAN PEMBANGUNAN RUMAH- Terdakwa Dilaporkan Karena Susah Dihubungi


Saksi korban saat memberikan keterangan di persidangan PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Saksi korban saat memberikan keterangan di persidangan PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Terdakwa pemborong bangunan, SH (45) warga Karangasem Gilangharjo Pandak Bantul yang didakwa melakukan penggelapan uang pembangunan proyek rumah kembali diajukan ke muka sidang Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (17/9).

Dalam kesempatan tersebut, jaksa Maria Goreti Sunarwati SH menghadirkan saksi korban Bernadeta Rita Dwi Prasetyaningsih. Dalam kesaksiannya saksi korban sebenarnya tak ingin perkara ini diajukan sampai proses pidana.

“Sudah berkali-kali saya mencoba menghubungi terdakwa baik lewat telepon maupun WA tetapi tak pernah direspons. Setelah saya laporkan ke polisi baru bisa ketemu,” ujar saksi korban dalam kesaksian di hadapan majelis hakim yang diketuai Dewi Kurniasari SH serta penasihat hukum Mohamad Novweni SH dan Thomas Nur Ana Edi Dharma SH.

Disebutkan, sebelumnya terdakwa menjadi perantara penjualan rumah milik saksi korban di Banyuraden Pratama di Gamping Sleman. Saat itu rumah dijual laku Rp 750 juta dibeli Evi yang ternyata tetangga saksi korban.

Dari penjualan tersebut saksi korban hanya menerima Rp 670 juta dan Rp 80 juta diakui ada pada terdakwa dan nantinya akan dijadikan sebagai tambahan uang DP pembangunan rumah saksi korban di Ganjuran Bambanglipuro Bantul yang dikerjakan terdakwa sebagai pemborong.

Setelah itu terdakwa dan saksi korban membuat perjanjian pembangunan rumah di hadapan notaris. Terdakwa bersedia membangun rumah di Ganjuran senilai Rp 600 juta yang akan dibayar secara bertahap yakni Rp 300 juta sebelum pembangunan dan sisanya akan dibayarkan saat rumah selesai.

Karena masih ada uang Rp 80 juta maka saksi korban hanya membayar uang Rp 220 juta. Tetapi ternyata setelah sampai batas waktu perjanjian rumah tak selesai. Bahkan terdakwa tak mau mengembalikan uang dan susah ditemui sebelum dilaporkan ke pihak berwajib. (C-5)


Read previous post:
Sajikan Kopi dengan Gelas Terbalik

PEMILIK ataupun pengelola warung kopi mempunyai trik-trik tersendiri agar lokasi usahanya tampil beda. Selain soal cita rasa kopi, bisa juga

Close