ADA PETUNJUK DI PERSIDANGAN- PPP Ancam Laporkan Dugaan Suap Hilangnya Suara


Alouvie Ridha Mustafa SH. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Alouvie Ridha Mustafa SH. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

SLEMAN (MERAPI) – Untuk memperjuangkan hak-haknya, DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sleman akan melaporkan dugaan penyuapan atas dugaan hilangnya 1.508 suara yang dilakukan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Depok atau terdakwa Anita Ratna Dewi.

Pasalnya, sesuai fakta di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sleman, terdakwa Anita terbukti bersalah dengan sengaja mengakibatkan berubahnya berita acara rekapitulasi hasil pemilu di wilayah Kecamatan Depok Sleman.

“Sampai saat ini kami masih mengumpulkan data-data dan bukti terkait adanya dugaan suap. Bila nanti semuanya terkumpul dalam waktu dekat kami segera melakukan laporan ke Ditreskrimsus Polda DIY,” ujar kuasa hukum PPP, Alouvie Ridha Mustafa SH, Minggu (14/7).

Dengan adanya putusan pidana pemilu yang diputus PN Sleman menjadi jalan untuk melakukan upaya hukum berikutnya. Karena dalam pertimbangan hakim terungkap perbuatan terdakwa Anita dilakukan karena adanya pemberian sesuatu yang harus diusut tuntas.

Hingga saat ini pihaknya mengaku telah mengantongi bukti untuk membawa permasalahan itu ke ranah hukum. Untuk itu dugaan kasus suap atas hilangnya ribuan suara milik PPP yang ditengarai berpindah ke parpol lain harus dusut tuntas demi keadilan dan tegaknya demokrasi.

Meski begitu Alouvie belum menyebut siapa yang bakal dilaporkan. Tetapi sesuai dengan petunjuk dan fakta persidangan tak menutup kemungkinan Anita akan kembali dilaporkan ke pihak berwajib sebagai penerimaan suap dan pihak lain yang telah menyuap.

“Untuk itu tunggu saja tanggal mainnya. Yang pasti kami harus memiliki bukti-bukti yang komplit agar kasus yang dilaporkan dapat segera diproses secara tuntas,” tegas Alouvie. (C-5)