Bermain di Kedung, Bocah Tewas Terpeleset

Polisi melakukan olah TKP korban tewas di Kedung Jumbleng. (Merapi-Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Seorang bocah asal Kampung Kidangan RT 02/ RW VI Desa Doplang, Karangpandan, BAS (9) tewas tenggelam, Sabtu (17/4) siang. Ia tercebur ke Sungai Kedung Jumbleng saat bermain di sana.

Kasubbag Humas Polres Karanganyar Iptu Agung Purwoko mengatakan korban awalnya diajak bermain teman-teman sebayanya di salah satu rumah mereka yang tak jauh dari sungai. Setelah bosan berada di rumah, kemudian memutuskan bermain ke sungai. Seorang di antaranya memancing. Dua lainnya duduk di tepian sambil melihat. Sedangkan BAS dan seorang temannya berniat mandi. Tak disangka korban terpeleset dan tercebur ke kedung berkedalaman dua meter. Anak-anak yang lain tidak berani menolong. Lalu memberitahu ke warga kampung.

“Sebenarnya lokasi itu sering dipakai mandi. Tapi tidak saat sedang meluap. Karena kemarin hujan, kedung itu berbahaya. Kedalaman sampai dua meter,” katanya Minggu (18/4).

Korban hanya bisa menggapai-gapai permukaan air karena tak bisa berenang. Pertolongan yang datang terlambat menyelamatkan nyawanya. Warga sekitar hanya bisa mengevakuasi tubuhnya yang sudah tak bernyawa dari kedung ke tepian menggunakan batang bambu. Mayat HAS kemudian dilarikan ke puskesmas Karangpandan. Dokter menyatakan ia meninggal dunia akibat tenggelam. Tak ditemukan tanda bekas penganiayaan.

“Orang tua korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk autopsi,” jelasnya. Prosesi pemakaman korban dilangsungkan di pemakaman umum setempat kemarin. (Lim)

Read previous post:
MERAPI-HUMAS SLEMAN Rapid test Kepada Tim BPBD.
Pemudik Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test

SUKOHARJO (MERAPI) - Pemkab Sukoharjo mewajibkan pemudik menunjukkan surat keterangan sehat hasil rapidtest antigen dan dilakukan karantina selama lima hari.

Close