Rumah Penjual Cilok Ludes Terbakar

Petugas pemadam kebakaran menjinakkan api di rumah kontrakan pedagang cilok keliling. (Merapi-Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Sebuah rumah kontrakan pedagang cilok keliling di Lingkungan Cangakan Timur Rt 01/Rw I Kelurahan Cangakan Kecamatan Karanganyar dilalap si jago merah, Selasa (26/1) pukul 09.30 WIB. Api berasal dari korsleting arus listrik mesin pendingin bahan baku.

Kebakaran tersebut melumat habis atap rumah, perabot dapur, sebuah sepeda motor, pesawat televisi, mebelair dan uang tunai Rp 4 juta. Si jago merah merambat dari bagian depan rumah sisi timur lalu menyebar ke seisi rumah. Rumah yang dikontrak beberapa pedagang cilok tersebut sedang tak berpenghuni saat kejadian. Tiga penyewa pulang kampung sedangkan satu lagi sedang menjajakan dagangannya di alun-alun kota.

Seorang warga, Arya (31) mengatakan api terlihat jelas di belakang rumah kontrakan. Asapnya yang membubung tinggi membuat warga ketakutan.
“Dari belakang, pintunya terkunci. Lalu pintu samping saya dobrak. Api sudah besar sedangkan di rumah enggak ada orang,” katanya.

Para warga menghubungi pemadam kebakaran, sehingga beberapa unit mobil datang menyemburkan air.
Penyewa rumah, Wahyu mengatakan sedang berdagang keliling saat teleponnya berdering. Kabar rumah kontrakannya terbakar membuat Wahyu cepat-cepat menyudahi berdagang.

“Ditelepon. Rumah terbakar. Saya langsung ke sini. Di dalam ada sepeda motor Honda dan uang Rp 4 juta. Sudah terbakar semua. Televisi juga gosong,” jelasnya.

Uang itu modal jualan cilok serta hasil penjualan beberapa hari sebelumnya. Ia tak tahu lagi harus bagaimana mengganti uang itu.
Ia menyadari sumber kebakaran dari mesin pendingin yang dibersihkannya pada malam sebelum kejadian. Saat itu, ia sebenarnya mendapati kabelnya korslet.

“Setelah mesinnya saya cuci, ternyata korslet. Enggak sadar saat saya tinggal jualan,” katanya. (Lim)

Read previous post:
Puluhan Nakes RSUD Tertolak Dapat Vaksin

TEMANGGUNG (MERAPI) - Puluhan tenaga medis dan nonmedis di RSUD Kabupaten Temanggung tertolak untuk mendapatkan vaksinasi, karena komorbid dan pernah

Close