Empat Kecamatan di Boyolali Terendam Banjir

BOYOLALI (MERAPI) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah berturut-turut selama dua hari Sabtu – Minggu (9-10-1-2021), mengakibatkan beberapa sungai tidak bisa menampung air hujan. Aliran air yang tidak tertampung membuat beberapa wilayah di Boyolali Utara kebanjiran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo. Pihaknya mencatat akibat luapan sungai Pengkol sebanyak empat kecamatan di Kota Susu terendam air banjir setinggi pinggang orang dewasa.

“Sehingga meluap. Sehingga mengenai hampir semua wilayah Kecamatan Andong, Ngemplak, Karanggede, Nogosari,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (11/1/2021).

Untuk itu, pihaknya menerjunkan tim yang siaga untuk mewaspadai bencana di Kabupaten Boyolali. Di samping itu juga terdapat satu tim siap siaga Corona Virus Disease (Covid-19), serta memastikan logistik ke semua daerah terdampak bencana mencukupi.

“Kita bagi dua, yang satu siaga bencana di Kabupaten Boyolali,yang satu tim untuk siaga Covid-19,” ungkapnya.

Banjir tersebut menggenangi 128 rumah warga di beberapa desa, antara lain Desa Kismoyoso di Kecamatan Ngemplak, Desa Pengkol di Kecamatan Karanggede, Desa Pulutan di Kecamatan Nogosari dan Desa Senggrong di Kecamatan Andong. Bahkan di Karanggede sempat ada dua orang yang terhanyut banjir, namun masih bisa terselamatkan.

Selain itu masih menurut Yoyok, terdapat sebuah jembatan yang putus akibat banjir yakni di Desa Senggrong, Kecamatan Andong. Akibatnya warga harus memutar sekitar 15 kilometer untuk menyeberangi sungai untuk menuju ke wilayah di seberang. (*_1)

Read previous post:
Pemkab Temanggung Pastikan Penutupan Penambangan Pasir

TEMANGGUNG (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Temanggung memastikan penutupan lokasi penambangan pasir di lereng Gunung Sindoro tepatnya di desa Kwadungan Jurang.

Close