Gudang STIQ Isy Karima Karangpandan Terbakar

Kebakaran di STIQ Isy Karima berhasil dipadamkan. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Kebakaran salah satu ruangan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Isy Karima Karangpandan menghanguskan arsip-arsip milik yayasan dan para santri, Senin (7/9) pukul 13.00 WIB. Api juga memusnahkan bangunan serta perabot dengan nilai kerugian ratusan juta rupiah.

Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik. Gudang tersebut berisi buku koleksi perpustakaan, berkas soal, tugas mahasiswa, absensi dan nilai. Letak ruangan tersebut berimpitan dengan dapur. Muncul dugaan api berasal dari dapur kemudian membakar benda di dalam gudang.

Dosen pengajar fiqih, Ridho mengatakan dirinya melihat kepulan asap pekat membumbung tinggi dari atap gudang. Kejadiannya saat istirahat siang.

“Sewaktu mau istirahat dan makan siang, saya melihat ke luar ada kepulan asap membumbung tinggi. Awalnya saya mengira itu kantin yang terbakar. Tapi setelah didekati ternyata gudang arsip,” katanya.

Pemadaman menggunakan APAR tidak mampu menjinakkan api yang kian berkobar. Satpam bersama karyawan, santri dan masyarakat sekitar juga sulit memadamkannya secara manual. Tak lama kemudian, sebanyak tiga unit mobil damkar Satpol PP Karanganyar serta 1 mob tangki BPBD dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Si jago merah dapat dijinakkan setelah sejam lamanya para relawan dan petugas menyemburkan air. Pihak Ponpes memastikan kegiatan belajar mengajar 225 santri tetap berjalan sambil menata kembali arsip yang masih bisa diselamatkan.

Kapolsek Karangpandan Iptu Widyatmoko mengatakan penyebab pasti kebakaran .asih diselidiki. Area tersebut disterilkan dari aktivitas dengan memasang garis polisi.
“Kerugian cukup besar. Informasinya sampai Rp300 juta. Tim inafis masih mengumpulkan data di lokasi terkait penyebab kebakarannya,” katanya.
Dalam peristiwa ini tak ada korban jiwa. (Lim)

Read previous post:
Memulihkan Ekonomi Berbasis Vaksin

SELURUH dunia mengalami kontraksi ekonomi yang sangat dahsyat, entah butuh waktu berapa tahun memulihkannya seperti sedia kala. Lembaga Kesehatan dunia,

Close