Penjahat Sadis Ditembak Polisi, Rekannya Pilih Menyerahkan Diri

DEPOK (HARIAN MERAPI) – Aparat Polda DIY mengamankan dua anggota gerombolan penjahat jalanan yang dikenal sadis. Pelaku beraksi di Minggir, Sleman dan Nanggulan Kulonprogo. Mereka diketahui menculik korban, menyekap, menembaki hingga membacok. Satu pelaku menyerahkan diri ke polisi dan satu lainnya ditembak lantaran melawan saat dibekuk.

Dua pelaku yang diamankan yakni residivis SY (37) warga Minggir, Sleman dan rekannya yakni AN (26). Dua pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya masih diburu polisi. Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy kepada wartawan, Jumat (14/2) mengatakan, dari tangan SY, petugas menyita barang bukti sepeda motor, senapan angin dan sebilah pedang.

Dikatakan Kombes Pol Burkan, terungkapnya kasus itu bermula dari adanya laporan dari korban Gideon warga Kalibawang. Awalnya pada 27 Januari 2020 lalu, tersangka SY dan AN serta dua temannya menculik korban karena motif dendam. Selain itu, korban dianggap mengganggu kenyamanan mereka. Meski tak berhubungan dekat, namun pelaku dan korban saling mengenal. Saat korban tengah naik motor di jalan, kedua pelaku yang dibantu dua pelaku lain mencegat korban kemudian membawanya. Korban disekap di wilayah Minggir.

“Pelaku ini telah merampas kemerdekaan orang dengan melakukan penganiayaan. Karena korban dianggap menggangu kenyamanan pelaku. Dua orang anggota komplotan ini masih buron,” beber Kombes Pol Burkan.

Dijelaskan, selama disekap itu, korban dianaiaya keempat pelaku. Mereka menembakkan senapan angin ke telinga korban, merekam saat dianiaya dan melakban mata korban.

“Yang merekam dan melakukan penganiaayan SY, tapi yang dominan AN. Meski keempatnya juga turut serta melakukan prnganiayaan,” ujar Kombes Pol Burkan.

Usai kejadian itu, korban ditinggal begitu saja. Dalam kondisi terluka, dia kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polisi. Setelah dua minggu diburu, seorang pelaku, SY tiba-tiba meyerahkan diri ke polisi. Saat dilakukan analisis itulah muncul info jika mereka juga beraksi di Nanggulan Kulonprogo pada 1 Februari. Saat itu tiga orang melakukan penganiaan dan pembacokan kepada korban MR (40) warga Naggulan tanpa alasan jelas.

“Saat dilakukan analisis ternyata salah satu pelaku, SY yang juga melakukan penganiayaan di Nanggulan. Dia sempat melarikan diri sebelum akhirnya menyerahkan diri,” katanya.

Dari keterangan SY, polisi mengantongi tiga nama lain. Satu pelaku, AN ditangkap tak lama kemudian. Namun dia melawan polisi saat akan diamankan, sehingga polisi menembaknya di bagian kaki.

“Saat ini petugas masih melakukan pengejaran dua pelaku lain, G dan D yang merupakan teman SY,” tandasnya. (Shn)

MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kedua penjahat jalanan, salah seorang dari mereka ditembak saat digelandang ke Polda DIY.

Read previous post:
Edarkan 1 Kilogram Sabu, Oknum Mahasiswa Dibayar Rp 15 Juta

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Peredaran 1.095 gram atau satu kilogram narkoba jenis sabu berhasil diungkap oleh aparat BNNP DIY pada

Close