Rp 227 Juta Kas Desa Banguncipto Disita Kejari Kulonprogo

WATES (HARIAN MERAPI) – Tim penyidik Kejaksaan Negeri Kulonprogo menyita uang kas Desa Banguncipto Kecamatan Sentolo yang disimpan di rekening PD Bank Perkreditan Rakyat Bank Pasar Kulonprogo senilai Rp 227 juta.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kulonprogo, Noviana Permanasari, Jumat (6/12), mengatakan, uang yang disita berkaitan dengan dugaan tidak pidana korupsi Anggaran Belanja dan Pembangunan Desa (APBDes) Banguncipto 2014-2018 sebesar Rp 1,15 miliar atas tersangka Kepala Desa Banguncipto, HS (55) beserta bendaharanya, SM (60).

“Kedua tersangka sempat menggunakan uang itu, tapi belakangan dikembalikan ke kas desa setelah kasus ini mencuat ke permukaan. Uang itu juga terkait dengan tindak pidana korupsi makanya kami lakukan penyitaan,” kata Noviana seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan, setelah menyita uang kas desa, tim penyidik langsung memasukkan uang sitaan tersebut ke rekening penampung titipan perkara tindak pidana korupsi di Bank BRI Cabang Wates.

“Mengembalikan uang ke kas desa, bukan berarti bisa menghapus tindakan hukum,” katanya

Selain itu, lanjut Noviana, tim penyidik Kejari Kulonprogo masih melakukan tugasnya sampai hari ini. Sebelumnya tim tersebut telah menggeledah Balai Desa Banguncipto pada Rabu (4/12) dan berhasil menyita sejumlah barang bukti meliputi berkas penggunaan APBDes murni dan perubahan, ADD, PADes, dokumen keuangan dari pihak ketiga serta SPJ dan LPJ Desa Banguncipto per 2014 sampai 2018. “Kami masih mendalami berkas dokumen yang kami sita,” katanya.

Kepala Kejari Kulonprogo Widagdo Mulyono Petrus menjelaskan, dirinya telah menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat menyelesaikan kasus ini. Setelah proses penyidikan rampung dan semua berkas perkara terpenuhi, proses selanjutnya melimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Kami targetkan dalam waktu dekat bisa segera selesai dan langsung kami limpahkan kasus ini ke Pengadilan Tipikor,” katanya.

Seperti diketahui, HS dan SM ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus penyelewengan APBDes Banguncipto pada Selasa (3/12). Sejak 2014-2018 keduanya diduga memotong dana desa meliputi ADD, APBDes, PADes dan bantuan Pemkab Kulonprogo ataupun pihak ketiga dan memunculkan proyek fiktif yang dananya kemudian masuk kantong pribadi. Total kerugian negara akibat dugaan korupsi ini mencapai Rp 1,150 miliar.

Untuk mengantisipasi kedua oknum ini merusak atau menghilangkan barang bukti, keduanya telah ditahan Lapas Kelas II Wirogunan, terhitung sejak penetapan status tersangka. (*)

Read previous post:
Penyandang Disabilitas Terima Bantuan

KETERBATASAN fisik bukan halangan untuk mandiri. Agar bisa berdaya tanpa harus bergantung pada orang lain, para penyandang disabilitas di Kulonprogo

Close