Nekat Njambret Tentara, Penjahat Diringkus

ilustrasi
ilustrasi

PRAMBANAN (MERAPI) – Seorang pria berinisial YL (29) warga Pelem Kidul, Baturetno, Banguntapan, Bantul, ditangkap polisi lantaran melakukan penjambretan di Jalan Piyungan-Prambanan, belum lama ini. YL nekat menjambret tas milik teman perempuan anggota TNI AU sepulang berboncengan motor dari objek wisata Tebing Breksi.

Pelaku ditangkap setelah korban Fajar Ismail (23), anggota TNI AU warga Pondok Bekasi dan teman perempuannya melapor ke Polsek Prambanan. Kini pelaku beserta barang bukti diamankan di Polsek Prambanan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Prambanan Kompol Rini Anggaini mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban beserta temannya dalam perjalanan pulang dari Tebing Breksi, Sabtu (9/3) pukul 22.30 WIB. Korban melewati jalan Prambanan-Piyungan. Sesampainya di depan parkir Candi Ratu Boko, korban yang saat itu berboncengan dengan sepeda motor tiba-tiba dipepet oleh pelaku. Saat itulah pelaku yang seorang diri langsung menarik tas korban perempuan, sambil memacu motornya.

“Korban dipepet oleh pelaku, saat jaraknya dekat pelaku langsung menarik tas korban berisi handphone dan uang Rp 400 ribu,” tandas Kompol Rini Anggraini, Senin (1/4).

Sadar menjadi korban penjambretan, anggota tentara tersebut berusaha melakukan pengejaran namun korban kehilangan jejak. Korban selanjutnya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Prambanan guna penyelidikan lebih lanjut.

Mendapat laporan itu, dengan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Prambanan Iptu Sularsihono lantas melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan korban dan saksi-saksi petugas mulai memburu keberadaan pelaku.

Alhasil berkat kesigapan petugas dalam menangani kasus tersebut akhirnya berhasil ditangkap beserta barang bukti hasil kejahatan. Saat ditangkap pelaku sempat mengelak, namun setelah ditunjukan barang bukti, pelaku tak berkutik.

“Kita tangkap pelaku di rumahnya. Saat ditangkap pelaku sempat mengelak, tapi setelah ditunjukkan barang bukti akhirnya mengakui perbuatannya,” ujar Iptu Sularsihono.

Selain pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa sepeda motor Vixion, STNK, MMC milik korban, helm, sepatu dan jaket hitam. Pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun.

Menurut Iptu Sularsihono, pelaku nekat melakukan pencurian lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Uang dan handphone hasil kejahatan digunakan oleh pelaku untuk mencicil kreditan motor, sedangkan tas dibuang di kali Gajah Wong.

“Sebelum beraksi di Prambanan, tersangka sudah berkeliling di daerah Monjali hingga Depok untuk mencari sasaran. Hingga saatnya saat melintas di area Prambanan, melihat ada kesempatan, tersangka langsung merampas tas milik korban,” katanya.

Guna menghindari kejadian serupa, Kompol Rini mengimbau pengendara sepeda motor baik pria dan wanita agar sebaiknya tidak menampakkan barang berharga saat berkendara, atau sebaiknya menyimpan di bagasi kendaraan agar aman.

“Masyarakat harus lebih meningkatkan kewaspadaan. Jangan membawa barang berharga yang mengundang pelaku kejahatan, simpan barang di tempat yang amam,” imbaunya. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Siswa Terlambat Datang Tetap Boleh Ikut Ujian Nasional

UMBULARJO (MERAPI) - Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di beberapa SMA/MA di Daerah Istimewa Yogyakarta berjalan lancar. Tidak

Close