Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bekas Galian

Ketiga korban tewas dievakuasi dari lubang bekas galian C. (Foto: Abdul Alim)
Ketiga korban tewas dievakuasi dari lubang bekas galian C. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Sebanyak tiga bocah asal Dusun Ngledok, Desa Jatikuwung, Gondangrejo ditemukan tewas akibat tenggelam di kubangan air bekas galian C di Dukuh Banyubiru Rt 04/Rw VIII desa setempat, Senin (18/3) dini hari. Mereka kali terakhir terlihat bermain di lokasi pada sehari sebelum jasadnya ditemukan.

“Kemungkinan terpeleset lumpur sampai terjatuh ke kubangan berkedalaman 2 meter. Para orangtua yang kebingungan kehilangan anak, melapor ke polisi. Tadi malam dilakukan pencarian dengan bantuan tim SAR. Tiga korban dapat ditemukan di dasarnya satu per satu. Tadi dini hari pukul 03.30 WIB sudah ditemukan semua. Kami turut prihatin karena ketiga bocah itu sudah meninggal dunia,” kata Kapolsek Gondangrejo AKP Riyanto kepada wartawan.

Ketiga korban tewas dievakuasi dari lubang bekas galian C. (Foto: Abdul Alim)
Ketiga korban tewas dievakuasi dari lubang bekas galian C. (Foto: Abdul Alim)

Tiga korban itu beralamat di Dusun Ngledok Rt 05/Rw VIII yakni Tito Aji Suhartanto (9), Muh Arfian Anugrah (10), dan Fadli Ardian Putra (9). Menurut penuturan saksi, ketiganya berpamitan ke orangtua untuk pergi bermain ke Taman Jaya Wijaya, Mojosongo, Solo pada Minggu (17/3) siang. Namun, mereka tidak kunjung pulang hingga pukul 18.00 WIB. Lantaran khawatir, para orangtua mencari mereka di sana. Ternyata, tak menemukan para korban meski pencarian sudah diperluas. Pada Senin (18/3) sekitar pukul 01.30 WIB, muncul informasi temuan tiga sepeda onthel milik korban di dekat lubang bekas galian C Dukuh Banyubiru. Lokasinya 1 kilometer dari rumah para korban. Lantas, mereka mencari di sekitar lokasi, termasuk di kubangan air. Temuan jasad Tito mengawali temuan dua korban lainnya.

“Kepala Tito menyembul di kubangan. Kemudian semua ikut mencari dengan bantuan aparat,” katanya.

Usai dievakuasi, ketiganya diserahkan ke keluarga untuk proses pemakaman.
Ketua Rt 05/Rw VII Kampung Ngledok, Warto mengatakan, area kubangan sebenarnya tertutup. Namun karena akan dipakai rute trail offroad, maka portalnya dibuka.

“Komunitas trail sudah izin dua pekan sebelumnya. Nah, kemarin offroader memakai area dekat kubangan. Sekitar 500 sepeda motor trail menggunakannya,” katanya.

Terkait korban ditemukan di kubangan, ia menduga ketiganya menonton aksi para offroader di lokasi sebelum menemui ajal. Apalagi, ada rekaman video para korban sedang asyik menonton para offroader beraksi pada Minggu (17/3) siang. Setelah puas menonton, mereka lalu bermain air kubangan.

“Sebenarnya ada empat bocah. Yang satu pulang duluan karena sudah maghrib. Sempat mengajak ketiga korban pulang. Tapi tidak digubris,” lanjutnya.

Ia mengatakan, pencarian korban dibantu para rider trail. Orangtua juga sempat mengunggah ke media sosial, terkait anaknya yang hilang. (Lim)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Surat Suara Tiba di Gedung KPU Sleman

SLEMAN (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman sudah menerima surat suara (susu) untuk Pemilu 2019. Susu Pemilu tiba

Close