Minibus Rombongan Pengantin Nyemplung Jurang, 2 Penumpang Tewas

ilustrasi
ilustrasi

NANGGULAN (MERAPI) – Pernikahan Feri Kurniawan warga Gading, Playen, Gunungkidul dengan Sugiarni warga Gunungjati, Pagedongan, Banjarnegara, dirundung duka. Minibus yang mengangkut rombongan pengantin ini terjun ke jurang di wilayah Turusan, Pendoworejo, Nanggulan, Kulonprogo, Senin (29/10), hingga menyebabkan dua penumpangnya meninggal dunia.

Minibus Colt L300 dengan nomor polisi AA 1019 HF ini sedianya hendak mengantarkan rombongan ke tempat besan atau pengantin laki-laki di wilayah Wonosari Gunungkidul, setelah menggelar pernikahan di Banjarnegara. Ada 17 orang di dalam minibus yang dikemudikan Wahyudi (25) tersebut.

Sesampainya di lokasi kejadian, yakni turunan Sicekuk, ruas jalan Kenteng-Goa Kiskendo, minibus mengalami rem blong hingga lajunya tak terkendali. Minibus akhirnya terjun ke jurang hingga menimbulkan suara benturan sangat keras.

Saksi mata kejadian yang juga warga setempat, Sukiman bergegas keluar menuju lokasi kecelakaan. Di sana, ia mendengar suara anak kecil menangis.

“Saya langsung berteriak minta tolong. Sejumlah pengendara motor yang melintas di atas (jalan) bahkan saya lempari batu supaya menengok ke bawah dan ikut menolong,” kata Sukiman.

Saat memberikan pertolongan, Sukiman sempat merasa was-was karena posisi mobil yang tersangkut bisa membuat penumpangnya jatuh ke jurang lebih dalam. Dibantu warga dan pengendara, ia berhasil menyelamatkan seluruh penumpang dan membawanya ke rumah sakit.

“Penumpang yang benar-benar sehat yakni dua balita dan dua orang laki-laki dewasa. Dua orang meninggal, lainnya luka-luka,” kata Sukiman.

Dalam peristiwa ini, pengantin laki-laki, Feri Kurniawan tidak terluka. Sementara istrinya, Sugiarni, mengalami luka sobek pada tumit kanan.

Usai mendapat perawatan di rumah sakit, seorang penumpang selamat yang merupakan bibi dari pengantin perempuan, Safeni menjelaskan, dua saudaranya yang meninggal dunia duduk di bangku paling belakang. Satu di antaranya bahkan terlempar ke luar mobil.

“Satunya patah kaki,” ujarnya.

Safeni menuturkan, rombongan ini sedang dalam perjalanan dari Banjarnegara menuju Wonosari Gunungkidul untuk acara tilikan besan. Ada 17 penumpang di dalam minibus, dua di antaranya anak-anak.

“Pas rem mobil blong, sopir disuruh banting stir ke kanan tapi tidak mau, akhirnya masuk jurang,” ungkapnya.

Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Kulonprogo, Ipda Agus Kusnendar mengatakan, hasil olah TKP menyebutkan tidak ada bekas pengereman pada aspal. Pihaknya menduga, minibus tersebut mengalami rem blong.

“Minibus melaju dari arah barat. Sesampainya di turunan Sicekuk, mengalami rem blong hingga lajunya tak terkendali. Minibus kemudian terjun ke jurang sedalam 50 meter di sisi utara jalan,” jelasnya. (Unt)

Read previous post:
Anak Muda Sebagai Poros Baru

ANAK muda dengan jumlah hampir 63 juta atau kisaran 24 persen dari penduduk bangsa Indonesia, merupakan potensi besar yang juga

Close