3 Pelajar Anggota Geng Klitih Ditangkap

3 Pelajar Anggota Geng Klitih Ditangkap
Kapolres Bantul menunjukkan para pelaku klitih yang berhasil ditangkap oleh Tim Opsnal Anti Klitih. (MERAPI-RIZA MARZUKI)

BANTUL (MERAPI) – Meski baru dibentuk seminggu, Tim Opsnal Terpadu Anti Klitih Polres Bantul sukses mengungkap kasus kekerasan oleh cah klitih. Buktinya, mereka berhasil meringkus gerombolan klitih yang mengancam dan merampas tas warga di dua lokasi di Bantul. Tiga orang berhasil dibekuk, yang semuanya berstatus pelajar SMK di Kota Yogya.

Dari tangan para pelaku, tim anti klitih juga berhasil mengamankan barang bukti dua sepeda motor serta sejumlah barang hasil rampasan dari para korban.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo kepada wartawan, Jumat (26/1) menjelaskan, penangkapan ketiga tersangka dilakukan pada Senin (22/1) dinihari. Ketiga pelaku yakni SN (18), BA (18) dan HN (17). Para pelajar SMK ini dicokok dari rumahnya masing-masing di Kotagede dan Banguntapan. Dikatakan Anggaito, para pelaku ini merupakan biang kerok atas kejahatan jalanan yang terjadi di tiga tempat berbeda. Di Bantul, gerombolan ini sudah dua kali beraksi, yakni di wilayah Banguntapan dan wilayah Sewon. Saat beraksi, pelaku bersama gerombolannya berjumlah 6 orang. “Tiga orang anggota gerombolan ini masih buron, tapi kita sudah kantongi identitasnya,” sebutnya.

Lebih lanjut Anggaito menjelaskan, saat beraksi para pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor. Mereka berkeliling untuk mencari mangsa. Seperti yang terjadi pada 17 Desember 2017 lalu di Jalan Wonosari, Banguntapan. Saat itu korban Muhammad Iffat tengah melintas di Jalan Wonosari, Baturetno, Banguntapan. Kondisi jalan yang tidak begitu ramai pada malam hari merupakan kesempatan bagi geng klitih ini beraksi. Korban tiba-tiba dipepet oleh para pelaku yang berjumlah 6 orang. Saat itu salah satu pelaku mengancam korban menggunakan clurit yang diselipakan di celana bagian depan. Saat korban ketakutan, pelaku pun merampas tas dan HP. “Tas milik korban berisi HP dan uang berhasil dirampas pelaku,” terang Anggaito.

Usai merampas barang korban, para pelaku pun kabur. Beberapa hari kemudian, mereka kembali beraksi di Sewon dengan modus yang sama. “Para pelaku ini selalu berkonvoi di malam hari dengan membawa clurit,” jelas Anggaito. Setelah kejadian itu, korban melapor dan langsung ditindaklanjuti polisi dengan penyelidikan. Tim Opsnal Terpadu anti klitih Polres Bantul kemudian mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Satgas ini juga berpatroli untuk mendeteksi keberadaan para pelaku. Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi tiga pelaku dan mereka dibekuk di rumahnya.

Seperti diketahui, Tim Opsnal Terpadu Anti Klitih Polres Bantul dibentuk 18 Januari 2018 lalu untuk memberantas klitih. Mereka berpatroli siang malam untuk mencegah kejahatan jalanan terjadi. (C1)

Read previous post:
Sadar Melanggar hukum, Kolektor Serahkan 5 Ekor Buaya Muara
Sadar Melanggar hukum, Kolektor Serahkan 5 Ekor Buaya Muara

DEPOK (MERAPI) - Seorang mahasiswa warga Sumberagung, Moyudan, Sleman, bernama Candra Gunawan (26) menyerahkan lima ekor buaya muara ke Polda

Close