Dukun Pengganda Uang Ditangkap

Tersangka yang mengaku bisa gandakan uang
Tersangka yang mengaku bisa gandakan uang

TEMANGGUNG (MERAPI) – Seorang petani, Fin (35) warga Wonosobo ditangkap petugas dari Polres Temanggung di sebuah rumah kos di kota tersebut dengan sangkaan perdukunan penggandaan uang. Petugas menyita sebuah teko antik dan pesawat televisi dari Fin.

Kasubag Humas Polres Temangggung AKP Henny Widiyanti mengatakan Fin merupakan petani yang ingin mendapatkan pendapatan yang lebih baik sehingga pergi dan kos di Temanggung.

Di tempat kos, ia berkenalan dengan sejumlah teman di antaranya Maain Dafiq warga Lingkungan Kertosari Temanggung. Kepada Dafiq ia mengaku sebagai supranaturalis yang dapat menyedot uang dari alam gaib untuk memperkaya orang.

Dikatakan, korban terperdaya lalu memberikan uang hingga total di atas Rp 120 juta untuk digandakan. Pada penggandaan itu, pelaku menggunakan ritual khusus. Tetapi meski ritual sudah digelar ternyata uang tidak juga tersedot.

Saat ditanyakan, Fin menjawab ada barang-barang yang didapat hasil riba, di antaranya televisi. Maka televisi harus dilarung di Sungai Progo sehingga rumah menjadi bersih dan uang dapat ditarik.

Namun, terangnya, rupanya televisi tidak dilarung di sungai, melainkan disimpan di tempat kos, uang juga tidak keluar dari teko. Korban yang tidak terima langsung melapor ke polisi.

“Tersangka di jerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” katanya.

Tersangka Fin mengatakan uang telah habis untuk berpesta di sebuah kafe di Wonosobo. Peralatan ritual sendiri didapat di sebuah pasar tradisinoal di Parakan dengan harga Ro 400 ribu. “Saya minta teko digosok-goyok nanti akan keluar uang sendiri,” katanya sambil terkekeh karena ada yang percaya dia seorang dukun. (Osy)

Read previous post:
Kafe internet di Jalan Ipda Tut Harsono tampak dari luar sudah beroperasi, meski belum mengantongi izin
BELUM KANTONGI IMB DAN IZIN OPERASIONAL USAHA – Warnet Korban Pemerasan Nekat Beroperasi

UMBUHARJO (MERAPI) - Kafe internet di Jalan Ipda Tut Harsono Timoho, Yogya yang menjadi korban pemerasan oknum tenaga bantuan Dinas Lingkungan

Close