OPERASI TEMPAT KARAOKE DAN HOTEL – Berpakaian Minim, Kena Razia

Petugas Satpol PP Pati melakukan razia di kafe karaoke
Petugas Satpol PP Pati melakukan razia di kafe karaoke

PATI (MERAPI) – Tim gabungan yang terdiri Satpol PP Pati dan TNI/Polri akan terus mengadakan operasi tempat karaoke, serta hotel, baik kelas melati maupun berbintang. Razia tersebut untuk menegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Kepariwisataan.

Selama dilakukan operasi, banyak ditemukan pengunjung atau pelanggan yang sama seperti hari sebelumnya. “Salah satu sasaran operasi, pemandu karoke (PK) yang harus memiliki KTA, kemudian dalam segi pakaian harus sopan. Selain itu juga tata ruang karaoke harus transparan, sesuai ukuran yang sudah diatur Perda,” ujar Kasubag Pemberitaan Humas Pemda Pati, Agus Sunarko, Rabu (24/1).

Agus merinci, razia diawali ke kafe karaoke Natalia, MDK, Mars, Mutiara. Namun sayangnya, tempat karaoke tersebut tutup. “Tim lalu menuju hotel MJ. Petugad menemukan hal- hal yang melanggar Perda. Seperti segi tata ruang yang tidak transparan, serta adanya PK yang mengenakan pakaian seronok” ujarnya.

“Petugas Satpol PP langsung memberi pengarahan, agar para PK wajib mengenakan pakaian yang sopan,” tutur Agus Sunarko.

Tim operasi juga merazia kafe Permata serta kafe The Boss, kemudian ke hotel NM dan hotel 1.

“Ternyata masih banyak tempat karaoke yang melanggar Perda 8/2013,” kata Agus Sunarko.

Dia mengaku prihatin karena jumlah PK di suatu tempat karaoke saja bisa mencapai 13 orang. Serta adanya ruang nyanyi karaoke yang kurang transparan, dan para PK yang mengenakan pakaian minim.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Pati, Riyoso menegaskan, pihaknya akan terus melakukan razia karena untuk menegakkan Perda No 8 tahun 2013. “Terhadap pengelola hotel dan kafe karaoke yang resmi, akan diberi pembinaan. Namun untuk yang ilegal, akan dilakukan penutupan,” ujarnya. (Cuk)