SIDANG PERKARA CAH KLITIH – Penasihat Hukum Pertanyakan Barang Bukti

Tim penasihat hukum terdakwa saat membacakan eksepsi di muka persidangan PN Bantul
Tim penasihat hukum terdakwa saat membacakan eksepsi di muka persidangan PN Bantul

BANTUL (MERAPI) – Tim penasihat hukum terdakwa cah klitih, AW (20) warga Druwo Bangunharjo Sewon Bantul menilai dakwaan jaksa penuntut umum Titik Kiani SH kabur dan tak jelas.

Hal itu dikarenakan dakwaan tak menjelaskan secara jelas dan cermat identitas barang bukti sepeda motor yang digunakan terdakwa bersama saksi anak Ahmad Rico Adi Sasongko untuk melakukan kejahatan.

“Sehingga menjadi pertanyaan apakah terdakwa melakukan kejahatan seperti dakwaan jaksa dengan mengendarai sepeda motor. Dan sepeda motor yang digunakan itu milik siapa,” ungkap tim penasihat hukum Iwan Setiawan SH didampingi Daniel Tatag SH, Purwono SH dan Gunawan SH dalam pembacaan eksepsi atau keberatan di hadapan majelis hakim yang diketuai Agung Sulistiyono SH SSos MHum di PN Bantul, Rabu (24/1).

Selain itu, kata penasihat hukum, merujuk berkas perkara penyidik yang menjadi dasar surat dakwaan jaksa, dalam pemeriksaan terdakwa dari penyidikan sampai pra penuntutan dapat diduga tak terdapat keterangan saksi meringankan. Sehingga, penyidikan terhadap perkara a quo bertentangan dan melanggar hukum. “Dengan begitu surat dakwaan harus dinyatakan batal demi hukum atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima,” ujar penasihat hukum.

Dalam eksepsi, tim penasihat hukum juga menyayangkan terdakwa tak didampingi penasihat hukum saat pembacaan surat dakwaan. Padahal dalam perkara terdakwa dengan dakwaan pasal 351 ayat 3 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Untuk itu penasihat hukum memohon majelis hakim memberikan perhatian dan hak-hak terdakwa.

Anehnya, menurut penasihat hukum, dalam penanganan perkara dari penyidikan sampai penuntutan tak pernah diberitahukan kepada pihak keluarga. Bahkan sampai eksepsi dibacakan tim penasihat hukum belum mendapatkan berkas perkara a quo.

Dengan kurangnya fakta, menurut penasihat hukum, surat dakwaan menjadi kabur (obscur libel), tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap sehingga tak sesuai dengan pasal 143 ayat 2 huruf b KUHAP. (C-5)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
AKBP Nugra Trihadi menunjukan barang bukti pembacokan yang dilakukan kedua pelaku
PERAMPOK SATRONI WARUNG BURJO – Kepala Dikampak, HP Dirampas

DEPOK (MERAPI) - Petugas Ditreskrimum Polda DIY meringkus dua pelaku pembacokan dan pencurian yang terjadi di warung burjo Warmindo Pandawa Jalan

Close