PERAMPOK SATRONI WARUNG BURJO – Kepala Dikampak, HP Dirampas

AKBP Nugra Trihadi menunjukan barang bukti pembacokan yang dilakukan kedua pelaku
AKBP Nugra Trihadi menunjukan barang bukti pembacokan yang dilakukan kedua pelaku
DEPOK (MERAPI) – Petugas Ditreskrimum Polda DIY meringkus dua pelaku pembacokan dan pencurian yang terjadi di warung burjo Warmindo Pandawa Jalan IKIP PGRI, Sonosewu, Kasihan, Bantul. Pelaku membacok korban menggunakan kampak, kemudian merampas ponselnya. 

Dua pelaku yang dibekuk yakni IS (23) warga Suryowijayan Yogya dan MS (21) warga Kadipaten, Yogya. Wadireskrimum Polda DIY AKBP Nugra Trihadi kepada wartawan, Rabu (24/1) mengatakan, aksi perampokan itu terjadi pada Senin (15/1) pukul 04.30 WIB. Pagi itu, korban Afif Luffi sedang makan bersama temannya di Warmindo Pandawa. Tiba-tiba, kedua tersangka datang mengendarai sepeda motor. Tersangka IS kemudian turun dari motor. Dia langsung menuju arah korban dan membacok kepalanya menggunakan kampak.

Korban yang mendapat serangan mendadak berusaha mengelak. Namun dia tetap terkena bacokan di kepala dan kemudian tersungkur. Pelaku pun merampas HP korban dan kabur. “Saat itu, korban Afif Luffi yang sedang ada di warung burjo didatangi tersangka. Tersangka langsung melukai korban dengan kampak dan mengambil barang milik korban,” kata AKBP Nugra Trihadi.

Ditambahkan, kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kasihan. Mendapat laporan tersebut, Tim Progo Sakti Polda DIY langsung melakukan pencarian pelaku. Dari keterangan saksi di lapangan, polisi berhasil mengidentifikasi IS (23) dan MS (21). Setelah memastikan kedua tersangka adalah pelakunya, akhir pekan lalu sekitar pukul 22.00 WIB, keduanya diamankan di sekitar Lapangan Mancasan Wirobrajan Yogya. Dari pemeriksaan, diketahui IS berperan sebagai pelaku pencurian dan MS sebagai joki.

“Barang bukti yang kami amankan yaitu satu buah senjata tajam berjenis kampak, satu buah HP Xiaomi 4A Gold, dan satu buah sepeda motor yang digunakan pelaku. HP korban digunakan sendiri oleh pelaku,” katanya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini kedua tersangka harus mendekam di sel tahanan Polda DIY. Keduanya dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun kurungan penjara. (Shn)

Read previous post:
Pikup terjebak saat Jembatan Kali Biru tiba-tiba ambrol. Kendaraan itu akhirnya berhasil ditarik sebelum jatuh ke sungai
EVAKUASI BERLANGSUNG DRAMATIS – Jembatan Tiba-tiba Ambrol, Pikup Nyaris Nyemplung Sungai

MAGELANG (MERAPI)- Jembatan penghubung Desa Gondosuli dan Desa Sedayu di Kecamatan Muntilan, Magelang, yakni Jembatan Kali Biru tiba-tiba ambrol, Rabu (24/1).

Close