DIKIRA DIAJAK JALAN-JALAN, JEBUL NYOLONG – Pengangguran Ajak Siswa SMP Bobol Toko

Polisi menunjukkan barang bukti kejahatan DBA dan DFP
Polisi menunjukkan barang bukti kejahatan DBA dan DFP

SAMIGALUH (MERAPI) – Seorang pelajar SMP, DF (15) warga Muntilan harus berurusan dengan aparat Polsek Samigaluh, Kulonprogo setelah terlibat pencurian di toko bersama rekannya, seorang pengangguran, BY (27). Kepada polisi, DF mengaku hanya tahu diajak BY jalan-jalan ke Kulonprogo. Dia tah tahu jika ternyata diajak mencuri.

Kapolsek Samigaluh AKP Purnomo kepada wartawan, Selasa (23/1) mengatakan, BY merupakan pencuri spesialis bobol toko yang sudah beraksi beberapa kali. Kedua pelaku diketahui membobol toko milik Suradi warga Dusun Madigondo, Sidoharjo, Samigaluh pada 6 Januari lalu.

“Korban pencurian melapor kepada kami kemudian kami selidiki. Berdasarkan keterangan korban dan olah TKP, polisi mendapat petunjuk yang mengarah kepada kedua pelaku,” kata Kapolsek Samigaluh AKP Purnomo.

Setelah cukup bukti, ujar Purnomo, polisi menangkap BY dan DF di rumah mereka masing-masing pada akhir pekan lalu sekitar pukul 17.00 WIB. Keduanya diketahui kerap berada di wilayah Samigaluh.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa motor pelaku, linggis untuk mencongkel jendela warung, laptop hasil jarahan serta sepatu dan baju yang dibeli pelaku. Kepada petugas, ia juga mengaku telah membuang salah satu barang curian berupa printer di sebuah aliran sungai di Magelang.

“Akan ada penanganan berbeda di antara keduanya mengingat DF masih berusia 15 tahun atau di bawah umur. Sesuai UU Nomor 11 Tahun 2011 tentang Peradilan Anak, DF tidak ditahan dengan penjaminan dari orangtua. Kasusnya tetap dilanjutkan,” jelasnya.

Sementara pelaku dewasa yakni BY dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Mengetahui hal ini, BY terlihat menyesal. Dia mengatakan, aksi pencurian ini dilakukannya karena terbelit kebutuhan ekonomi setelah lama menganggur tanpa memiliki pekerjaan tetap.

“Hasilnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yakni belanja istri, membeli baju dan sepatu serta berfoya-foya. Saya sudah cukup lama menganggur tanpa punya pekerjaan tetap,” keluhnya.

Dia mengaku sudah beberapa kali mencuri dengan cara membobol toko. Sebelum aksi terakhir membawanya ke kantor polisi, BY juga pernah mencuri rokok di sebuah warung. (Unt)

Read previous post:
Tiga jenis buaya muara yang dijual di media sosial berhasil diamankan Tim Cyber Patrol Polda DIY
SATWA LANGKA DITAWARKAN DI MEDIA SOSIAL – Jual Buaya, Oknum Mahasiswa Ditangkap

DEPOK (MERAPI)- Tim Cyber Patrol Polda DIY berhasil menggagalkan perdagangan buaya jenis muara melalui media sosial Facebook. Dua orang penjualnya diamankan

Close