PELAKU MERAMPOK BERDALIH UNTUK BAYAR SPP- Pembunuh Sopir Taksi Online 2 Siswa SMK

Kedua tersangka berhasil diamankan
Kedua tersangka berhasil diamankan

SEMARANG (MERAPI) – Resmob Sat Serse Polrestabes Semarang akhirnya berhasil mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan yang menimpa Dani Setiawan(32), sopir taksi online Sabtu (20/1) malam lalu. Pelakunya adalah dua remaja lelaki siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Semarang, IB (16) warga Jalan Lemah Gempal, Semarang dan TA (15) warga Kembang Arum Semarang.

Selain meringkus kedua tersangka, penyidik juga menyita barang bukti di antaranya senjata tajam belati yang dipakai menggorok Dani Setiawan asal Grobogan, warga Kemijen Semarang. Petugas juga menyita tiga ponsel, salah satunya milik korban, dompet berisi sejumlah uang dan kartu identitas korban serta 1 unit mobil taksi online Grand Livina hitam Nopol H 8849 D hasil rampokan yang ditinggal kedua pelaku di Jalan HOS Cokroaminoto, dekat Pasar Bulu Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar kasus, Selasa (23/1), mengatakan kedua tersangka yang masih bocah ditangkap pada malam harinya di rumah masing-masing.

Ia menjelaskan kedua tersangka mengaku nekat merampok korban Dany Setiawan karena membutuhkan uang untuk bayar sekolah. “Kedua tersangka IB dan TA memberi pengakuan masih saling melempar. Tetapi di balik itu ada pengakuan mereka nekat merampok alasannya untuk membayar SPP (uang sekolah). Tapi orangtuanya cukup berada, kami akan dalami,” ucap Abiyoso.

Menurut Abiyoso para tersangka dalam melakukan aksinya tidak mendadak, tapi direncanakan. Mereka sudah membawa belati sejak memesan Grab (bukan Gocar seperti diberitakan sebelumnya) di dekat tempat tinggal IB di daerah Lemah Gempal pada Sabtu (20/1) malam pukul 21.00.

“Jadi,dari hasil penyidikan sementara ulah mereka merampok mobil taksi online sudah direncanakan,” ucapnya.

Bahkan, salah satu tersangka kelas X SMK Negeri Semarang itu sebelumnya mengajak 3 temannya untuk melakukan aksi, tetapi ketiga teman tersebut menolak.

Kedua tersangka setelah kedatangan taksi Grab yang dikemudikan Dany Setiawan meminta diantar ke Sambiroto. Namun, sesampai tempat tujuan dengan ongkos Rp 22 ribu IB yang duduk di jok tengah belakang stir menggorok leher Dani yang dalam posisi mengemudikan mobil. Dani tewas karena lukanya sangat parah. Mayat korban kemudian dibuang di pertigaan Bukit Cendana Sambiroto yang sepi. Kemudian, stir mobil diambil alih IB. Untuk menghilangkan jejak, mobil kemudian ditinggal di pinggir Jalan HOS Cokroaminoto. Tentang status kedua tersangka sebagai pelajar, dibenarkan Kepala SMK N 5 Semarang, Suharto. Ia mengatakan kedua pelaku memang siswanya dari kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.

Suharto mengaku kaget dengan peristiwa tersebut. “Orangtua kedua tersangka berstatus PNS,” ucap Suharto kepada wartawan .

Disebutkan, kedua tersangka IB dan TA sudah membayar uang sekolah 3 bulan dari 6 bulan masing masing sebesar Rp 510 ribu. Kedua tersangka di sekolah prestasinya masuk rata-rata dan tidak menunjukkan anak bermasalah. (Sky)

Read previous post:
Kunto Riyadi
JAUH MELAMPAUI TARGET – Nilai IPM Kabupaten Sleman Tertinggi

SLEMAN (MERAPI) - Nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sleman mengalami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), pada

Close