KEDOK PELAKU TERBONGKAR ANGGOTA KODIM – Ngaku Anggota Kopassus, Sopir Tiduri Gadis

Press release kasus penipuan oleh TNI gadungan di Mapolres Kulonprogo
Press release kasus penipuan oleh TNI gadungan di Mapolres Kulonprogo

PENGASIH (MERAPI)- Dengan mengaku sebagai anggota Kopassus TNI AD, seorang sopir, ARS (39) warga Pituruh, Purworejo sukses mengelabui seorang gadis, Sul (39) warga Dusun Kepek, Pengasih, Kulonprogo. Pelaku bahkan sukses memeras dan meniduri korban. Namun aksinya terhenti setelah dipergoki kerabat korban yang merupakan anggota Kodim 0731/ Kulonprogo, Sabtu (20/1).

Ia kemudian digelandang ke Mapolres Kulonprogo dan terancam hukuman maksimal empat tahun penjara. Identitas asli ARS makin terungkap setelah menjalani pemeriksaan di Makodim dan Polres Kulonprogo. Saat itu pria berperawakan tegap ini mengaku merupakan seorang duda yang bekerja sebagai sopir. ARS juga mengaku pernah bekerja sebagai satpam di sebuah mal kawasan Jakarta sebelum akhirnya pulang kampung halamannya di Pituruh, Purworejo, Jawa Tengah.

Menurut keterangan, berbekal Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI palsu berikut atributnya, ARS berhasil mengelabui Sul. Meski keduanya baru berpacaran pada akhir 2017 lalu, ARS telah berhasil memeras dan meniduri korban. Ia mengaku juga dekat dengan sejumlah perempuan lain, namun baru Sul yang berhasil diperas dan ditiduri.

Dalam aksinya, ARS mengaku sebagai anggota TNI yang bertugas di Satuan Kopassus Markas Komando Kopassus Group III Cijantung, spesialisasi bidang intelijen (Sandi Yudha). KTA TNI palsu dicetaknya sendiri berbekal gambar di internet, sementara atribut TNI berupa topi bertuliskan Kopassus dibelinya di pasar dengan harga Rp 25.000. Untuk meyakinkan korban, ARS bahkan menyewa mobil Toyota Avanza.

“Saya mengenal Sul dan korban lain dari aplikasi sosial media B-Talk,” kata ARS di Mapolres Kulonprogo, Senin (22/1).

Setelah menjalin hubungan dengan Sul, ARS mulai melancarkan aksinya. Ia meminta uang kepada korban sebanyak Rp 6,5 juta dengan alasan untuk biaya berobat ibunya. Lantaran sudah terlanjur kesengsem apalagi dijanjikan akan dinikahi, Sul rela memberi uang Rp 6 juta setelah mengadaikan gelang emas miliknya. Hasil kejahatan ini kemudian digunakan ARS untuk membeli susu anaknya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Aksi ARS semakin mulus manakala keluarga Sul merestui hubungan keduanya. ARS diketahui pernah menginap di rumah Sul sebanyak tiga kali. Keduanya juga telah melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

“Selain Sul, ada lima wanita lain yang saya dekati. Namun baru Sul yang mau memberikan uang dan berhubungan badan,” ungkapnya.

Kedok ARS akhirnya terbongkar saat dia berkunjung ke rumah Sul akhir pekan lalu. Di sana, ia bertemu dengan anggota TNI aktif yang merupakan sahabat dari saudara Sul. Saat terlibat perbincangan, gerak-gerik ARS justru mencurigakan. Ia bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan seputar TNI yang disampaikan, hingga digelandang ke Makodim dan Mapolres Kulonprogo.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Dicky Hermansyah mengungkapkan, pelaku dan korban mulai berkenalan pada November 2017 melalui sosial media. Keduanya kemudian bertemu pertama kali pada 17 Desember 2017.

Dari tangan pelaku, lanjut Dicky, pihaknya berhasil mengamankan uang tunai Rp 4,9 juta, cincin emas milik Sul, topi bertuliskan Kopassus, mobil Toyota Avanza, SIM dan KTP atas nama pelaku serta KTA palsu berpangkat Sersan Mayor (Serma).

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara,” tegasnya. (Unt)

Read previous post:
Tersangka beserta barang bukt saat diamankan di Mapolda DIY
Pelaku Pelemparan Batu yang Tewaskan Taufik Ditangkap, Pelakunya 2 Pelajar

DEPOK (MERAPI)- Pelaku pelemparan batu di Jalan Sembuh Kidul, Sidomulyo, Godean, Sleman yang menewaskan Taufik Nurhidayat (38) warga Sidoarum, Godean

Close