Pulang Dinas, Polantas Tewas Dibacok

Ilustrasi Pulang Dinas, Polantas Tewas Dibacok
Ilustrasi Pulang Dinas, Polantas Tewas Dibacok

SEMARANG (MERAPI)- Seorang anggota polisi lalu lintas (polantas) unit Polsek Pelabuhan (KP3) Tanjung Emas Semarang, Aiptu Samsul Huda(49) tewas dengan tubuh penuh luka bacokan dan tusukan senjata tajam di Jalan Arteri Yos Sudarso, tepatnya depan Hotel Puri Garden Semarang, Sabtu (20/1) dinihari. Hingga Minggu (21/1), polisi masih menyelidiki motof dan pelaku penyerangan ini.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji kepada wartawan kemarin membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, Aipda Samsul Hadi adalah anggota polisi asal Magelang yang tinggal di Jalan Candi Mutiara Timur IV/337 Kelurahan Kalipancur, Ngaliyan, Semarang.

“Kami tengah bekerja keras mengungkap kasus ini. Korban diserang saat pulang usai bertugas. Kami masih mendalami saat itu korban sedang apa, di mana dan dengan siapa,” ujar Abiyoso.

Dia menjelaskan, mayat korban ditemukan pada Sabtu (20/1) dinihari sekitar pukul 00.15, atau beberapa jam setelah lepas tugas pada Jumat(19/1) jam 20.00.

“Lokasi ditemukannya mayat Aiptu Samsul Huda merupakan jalan yang sering dilalui korban saat pulang dan berangkat bekerja,” ujarnya.

Diungkapkan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki latar belakang dan pelaku penyerangan itu. Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh dua orang saksi, yakni Andhika Bagas Prahara (33) dan Gunawan (46). Malam itu kedua saksi melintas di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 00.30 lewat. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok pria terkapar dengan berlumuran darah. Ketika diperiksa, lelaki itu memakai seragam polisi, helm warna putih serta motor Yamaha Mio biru K-6535-RS. Kedua saksi lalu menghubungi kantor polisi terdekat. Aparat yang mendapat laporan ini segera membawa korban ke RS Bhayangkara Semarang. Namun belum sempat mendapat perawatan, dia sudah tewas.

Jenazahnya kemudian dibawa ke Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Magelang. Dijelaskan Abiyoso, kuat dugaan korban diserang pelaku yang bersenjatakan gobang atau pedang. Dia juga diduga keras melakukan perlawan saat diserang. Dugaan itu dikuatkan dari luka-luka pada telapak tangan kanan korban yang cukup dalam dan panjang. “Diduga korban dengan tangan kanan mencoba memegang gobang yang disabetkan pelaku. Selain luka pada telapak tangan kanan, juga telunjuk tangan kirinya nyaris putus, dua luka pada bagian dada, punggung, paha sebelah kanan dan luka tusukan pada perut,” tandasnya. (Sky)

Read previous post:
Marsudi optimis jaringan JNE mermbah hingga kelurahan
JNE Optimis Jangkau Kelurahan

YOGYA (MERAPI) - JNE akan memperluas jaringannya hingga tingkat kelurahan sepanjang tahun 2018. Pasalnya hingga Desember 2017 tercatat penambahan sebanyak 102

Close