DEMI MODAL USAHA – Beli Sapi Kurban Pakai Uang Palsu

Tersangka SAT digelandang ke Mapolres Kulonprogo setelah mengedarkan uang palsu
Tersangka SAT digelandang ke Mapolres Kulonprogo setelah mengedarkan uang palsu

KALIBAWANG (MERAPI) – Niat SAT (45), warga Kalikendo, Kalirejo, Salaman, Magelang untuk membesarkan usaha pembuatan batu bata yang digelutinya sudah tidak bisa dibendung lagi. Ia lantas menghalalkan berbagai cara demi memuluskan niatnya, meski harus melanggar hukum, yakni dengan mengedarkan uang palsu. Dia akhirnya dibekuk aparat Polsek Kalibawang, Kulonprogo, Selasa (16/1)

Uang palsu ini diperoleh SAT dari tetangganya, MJ, yang saat ini masih buron. Kepada SAT, MJ menjanjikan pinjaman modal Rp 10 juta jika berhasil menggunakan uang palsu tersebut untuk membeli barang berharga. MJ bahkan menyampaikan cara penggunaan uang palsu kepada SAT, yakni untuk membeli sapi kurban.

Tergiur dengan iming-iming MJ, SAT benar-benar melancarkan aksinya, 10 Agustus lalu. Ia membeli sapi dua ekor dari Rakimin Pujo Raharjo (66), seorang petani warga Kalisentul, Banjarharjo, Kalibawang Kulonprogo dengan harga Rp 30,5 juta. Menurut pengakuan SAT, tidak semua uang yang digunakan untuk membeli sapi adalah uang palsu.

“Ada uang aslinya juga tapi saya lupa berapa, karena saya juga diberikan uang untuk membayar sewa mobil pengangkut sapi,” kata SAT saat dihadirkan dalam press release di Mapolres Kulonprogo, Jumat (19/1).

Sapi tersebut kemudian diserahkan kepada MJ untuk dijual kembali. Namun keberuntungan belum berpihak kepada SAT, karena hingga ditangkap polisi pada 16 Januari kemarin, pinjaman modal yang dijanjikan MJ belum juga diterimanya.

“Saya juga tidak mendapat upah sama sekali dari hasil jual beli sapi. Padahal, saya ingin menyewa tanah untuk tempat pembuatan batu bata,” keluhnya.

Penangkapan SAT bermula saat Rakimin menghitung uang hasil penjualan sapinya. Ia merasa curiga karena fisik uang tersebut tidak biasa. Merasa ditipu, Rakimin lantas melapor ke Polsek Kalibawang dan langsung ditindaklanjuti dengan penyidikan.

Kapolsek Kalibawang, Kompol Endang Suprapto menyampaikan, penangkapan SAT diawali dengan penyelidikan selama lima bulan. Sejumlah pihak digandeng dalam pengungkapan kasus ini, di antaranya Resmob Buser Polres Kulonprogo, Unit Reskrim Polsek Salaman Magelang, Unit Reskrim Polsek Borobudur Magelang dan Unit Reskrim Polsek Kajoran Magelang. Penangkapan dilakukan sekira pukul 09.00 WIB di tempat pembuatan batu bata kawasan Bedilan, Ringin Anom, Tempuran, Magelang. Saat ditangkap, SAT sedang beraktivitas mencetak batu bata.

“SAT mengaku tahu bahwa uang yang digunakan untuk membeli sapi adalah yang palsu. Kepadanya, kami terapkan Pasal 26 UU RI Nomor 07 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” terang Kompol Endang.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam ungkap kasus ini. Barang bukti yang dapat disita yakni yang uang palsu terdiri dari 285 lembar pecahan Rp 100.000 dan 12 lembar pecahan Rp 50.000 serta mobil pickup Mitsubishi L300 nomor polisi AA 1854 YK. (Unt)

Read previous post:
Empat tersangka judi dihadirkan dalam press release di Mapolres Kulonprogo
PENAMBANG PASIR SUNGAI PROGO DIGREBEK – Uang Hasil Judi untuk Beli Miras

GALUR (MERAPI)- Sebuah rumah kosong di kawasan Desa Kranggan, Kecamatan Galur, Kulonprogo yang kerap digunakan sebagai tempat judi dan pesta minuman

Close