PENAMBANG PASIR SUNGAI PROGO DIGREBEK – Uang Hasil Judi untuk Beli Miras

Empat tersangka judi dihadirkan dalam press release di Mapolres Kulonprogo
Empat tersangka judi dihadirkan dalam press release di Mapolres Kulonprogo

GALUR (MERAPI)- Sebuah rumah kosong di kawasan Desa Kranggan, Kecamatan Galur, Kulonprogo yang kerap digunakan sebagai tempat judi dan pesta minuman keras (miras) digerebek polisi akhir pekan lalu.

Dalam penggerebekan itu, ada enam orang yang berada di sana. Empat di antaranya yakni MR (51) warga Kranggan Galur, TA (39) warga Nomporejo Galur, AWT (37) warga Kranggan Tengah Galur dan RMJ (35) warga Karangsewu Galur, ditangkap polisi lantaran kedapatan bermain judi. Sementara dua orang lainnya, hanya berstatus saksi.

Seluruh tersangka maupun saksi merupakan pekerja tambang pasir di Sungai Progo wilayah setempat. Saat dimintai keterangan di Mapolres Kulonprogo, Jumat (19/1), salah satu tersangka, MR, mengaku kerap menggunakan rumah kosong tersebut sebagai tempat judi dan pesta miras bersama rekan-rekannya.

“Waktu penggerebekan itu, penjual mirasnya masih tutup, jadi kita tunggu sambil judi,” ungkapnya.

Dalam judi remi yang dimainkan empat orang ini, MR hanya pasang taruhan Rp 5.000. Namun ia mengaku belum sempat menang, karena perjudian baru berlangsung sebentar dan sudah digerebek polisi.

“Kalau menang, hasilnya untuk beli miras,” imbuhnya.

Penggerebekan ini berawal dari informasi masyarakat yang merasa resah akan aktivitas judi dan pesta miras di rumah kosong tersebut. Masyarakat kemudian melapor ke petugas Polsek Galur yang sedang patroli di wilayah setempat, lalu ditindaklanjuti dengan penangkapan para pelaku.

“Sekitar pukul 18.00 WIB, kami dobrak pintu sengnya dan ternyata benar, ada enam orang di sana. Empat di antaranya sedang bermain judi remi,” kata Kapolsek Galur Kompol B Muryanto.

Dalam penggerebekan, jelas Muryanto, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni uang tunai Rp 12.000, kartu remi dan tikar untuk alas judi. Para pelaku kemudian diamankan dan dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (Unt)

Read previous post:
Ilustrasi Digendam di Mal, Berlian Amblas
PENGUSAHA TEKOR RP 240 JUTA – Digendam di Mal, Berlian Amblas

GONDOMANAN (MERAPI) - Seorang pengusaha berlian, M Fadly (25) asal Bandung digendam penjahat di sebuah mal barang elektronik di Jalan Brigjen

Close