KASUS PENGEROYOKAN HINGGA TEWAS – Juru Parkir Dituntut 1 Tahun Penjara

Terdakwa memeluk anak istri setelah mendengarkan tuntutan jaksa
Terdakwa memeluk anak istri setelah mendengarkan tuntutan jaksa

BANTUL (MERAPI) – Juru parkir di makam Syeh Maulana Magribi, Spr alias Kadal (48) warga Neco RT 1 Sabdodadi Bantul dituntut 1 tahun dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan di PN Bantul.

Jaksa Ugik Ramantyo SH menyatakan terdakwa melanggar pasal 170 ayat 2 ke 1 KUHP dan pasal 80 ayat 1 UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Terdakwa hanya menampar saksi korban Alfian yang masih di bawah umur yang saat itu tengah mabuk,” ujar jaksa Ugik di PN Bantul, Kamis (18/1).

Dari tuntutan tersebut, pihak keluarga, anak maupun isteri terdakwa langsung nangis. Terdakwa pun tak kuat menahan kesedihan dan berusaha menenangkan keluarganya. Dari uraian tuntutan jaksa terungkap, sebelumnya saksi korban Alfian dan korban almarhum Purwanto menuju Parangkusumo pada Minggu 16 Juli 2017 pukul 02.30. Sesampai di pertigaan hotel Gandung keduanya berhenti di sebelah kiri dalam kondisi mabuk alkohol.

Korban menyeberang jalan dan melambaikan tangan pengendara motor, salah satunya terdakwa. Terdakwa bersama dua orang lalu mendekat dan menganiaya korban. Saksi korban berusaha melerai tetapi justru ikut kena pukul. Keduanya pun melarikan diri menggunakan sepeda motor karena takut dikeroyok. Tetapi motor yang dikemudikan saksi korban Alfian dan korban Purwanto menabrak tiang listrik.

Dari kejadian itu saksi korban Alfian mengalami luka-luka lecet. Sementara korban Purwanto tewas karena luka cukup parah yang dialaminya.  (C-5)

Read previous post:
Perempuan Lawan Jambret
Perempuan Lawan Jambret

AKSI heroik Rusdiana (20) mahasiswi asal Samarinda yang berhasil melumpuhkan dua penjambret, patut diapresiasi. Rusdiana mati-matian mempertahankan tasnya saat dua penjambret

Close