PENYUPLAI MASIH MISTERIUS – Empat Pengedar Sabu Ditangkap

Gelar barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba di Mapolres Karanganyar
Gelar barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba di Mapolres Karanganyar

KARANGANYAR (MERAPI)- Satresnarkoba Polres Karanganyar menangkap empat tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Selain mengedarkan sabu-sabu, para tersangka juga mengonsumsinya sendiri.

“Dari empat pelaku ini, disita tiga paket sabu-sabu. Peredarannya menggunakan sistem rantai terputus. Artinya, masih ada pelaku di belakangnya. Namun para tersangka ini tidak tahu siapa dia karena komunikasinya tak pernah bertatap muka. Panggilannya juga dengan nama samaran,” kata Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wuryaning Hapsari kepada wartawan dalam gelar barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba di Mapolres, Rabu (17/1).

Diceritakannya, timnya meringkus warga Kaling, Tasikmadu, Eko Sutomo (24) di dekat rumahnya pada Rabu (3/1) lalu. Ditemukan paket sabu di plastik berperekat seberat 0,32 gram. Hasil pengembangannya, polisi menangkap pengedar barang haram itu asal Kwaran, Grogol, Sukoharjo, Tri Warsono (37). Satpam sebuah pabrik di Grogol, Sukoharjo ini ditangkap di tempat kerjanya berikut barang bukti berupa delapan paket sabu-sabu total 2,33 gram, ponsel, kartu ATM dan uang tunai Rp 340 ribu.

Dua tersangka lain, M Alvi Syahari (28) warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, ditangkap pada Sabtu (6/1) karena mengedarkan sabu-sabu 0,46 gram kepada calon pembeli. Alvi hendak bertransaksi di depan salah satu swalayan di Klodran, Colomadu. Tersangka terakhir adalah Pujianto (38) warga Kadipiro, Banjarsari yang ditangkap saat hendak menuju Hotel Permata di Wonorejo, Gondangrejo pada Selasa (9/1). Dia ditangkap berikut barang bukti 0,29 gram sabu-sabu.

Sementara itu tersangka Eko mengatakan sabu-sabu dikonsumsi sejak bekerja di Jakarta pada 2002. Ia mengonsumsi barang haram itu sepekan sekali dengan harga Rp 200 ribu-Rp 340 ribu per paket.

Sedangkan tersangka Alvi mengaku tak tahu siapa penyuplai sabu-sabu yang kerap dipesannya. Setahu dirinya, ia bernama Coco.

“Barang datang berselang tiga jam setelah pesan. Harganya Rp 500 ribu per 0,46 gram,” katanya.

Mereka dijerat Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35/2009 tentang Narkotika. (Lim)

Read previous post:
Sanksi Perampok Taksi
Sanksi Perampok Taksi

SEORANG siswa SMP, RN (16) merampok taksi online Jumat malam pekan lalu di kawasan Taman Kaliurang Hargobinangun Pakem Sleman. Berita ini

Close