Kepala Rutan Purworejo Diduga Disuap Napi

Kepala Rutan Purworejo Diduga Disuap Napi
Suasana Rutan Purworejo normal pasca penangkapan CAS.

PURWOREJO (MERAPI) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah menangkap Kepala Rumah Tahanan Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto karena diduga terlibat sindikat peredaran narkoba di rutan, Senin (15/1). Dia diduga menerima aliran dana mencapai ratusan juta rupiah dari narapidana bernama Kristian Jaya Kusuma untuk menjalankan bisnis narkotika dari balik penjara.
Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah (Jateng) AKBP Suprinarto membenarkan hal tersebut.

“CAS (Cahyono Adhi Satriyanto) ditangkap di Purworejo pada Senin siang. Penangkapan dilakukan bersama tim gabungan BNN pusat,” katanya.

Ia menuturkan CAS ditangkap atas dugaan memberi kemudahan terhadap narapidana bernama Kristian Jaya Kusuma dalam menjalankan bisnis narkotika dari balik penjara.

Suprinarto menambahkan, Cahyono dijerat dengan Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang berkaitan dengan bisnis narkotika yang dilakukan narapidana bernama Kristian Jaya Kusuma.

“Yang bersangkutan diduga menerima aliran dana mencapai ratusan juta rupiah dari napi tersebut,” kata AKBP Suprinarto.

Menurut dia, uang-uang dari pengendali bisnis narkotika itu diserahkan melalui transfer rekening bank. Dari pemeriksaan sementara, kata dia, Cahyono menerima uang-uang itu sejak menjabat sebagai Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Nusakambangan. “Sampai menjabat sebagai kepala rutan ini diduga masih menerima uang,” katanya seperti dilansir <I>Antara<P>.

Selain Cahyono, lanjut dia, BNN juga menangkap beberapa orang yang diduga terkait dengan aliran dana dari bisnis narkotika ini.

Cahyono dan Kristian Jaya sudah dibawa ke BNN Pusat di Jakarta untuk pengembangan perkara tersebut.

Kabar penangkapan Kepala Rutan Kelas II B Purworejo ini mengagetkan seluruh bawahannya. Tidak ada yang menyangka sosok yang dikenal baik dan cerdas itu diduga terkait dengan jaringan narkotika.

Sejumlah pegawai mengaku menyadari CAS tertangkap setelah tidak hadir dalam apel pagi di rutan. “Tahunya tadi pagi (kemarin), dapat kabar dari media kalau Pak CAS ditangkap BNN dan BNNP Jateng,” kata petugas rutan, Sareh kepada MERAPI, Selasa (16/1).

Sareh menceritakan, suasana pada hari penangkapan Senin (15/1) berjalan seperti biasa. CAS hadir pagi hari memimpin apel. Kemudian pada siang yang bersangkutan pamit keluar, lalu tidak kembali lagi. Tidak ada hiruk-pikuk keributan akibat penangkapan itu. (Jas)

Read previous post:
Panik Saat Kabur, Penjambret Nyemplung Sawah

SENTOLO (MERAPI) - Meski sukses menjambret tas wanita di Perempatan Ngelo, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, Selasa (16/1), aksi pelarian DP (22)

Close