Intel Gadungan Raup Rp 1,2 Miliar – Ngaku anggota BIN hingga KPK, pelaku kelabui pengusaha kuliner

AKBP Rizki Ferdiansyah menunjukan barang bukti berbagai kartu identitas palsu milik tersangka RM
AKBP Rizki Ferdiansyah menunjukan barang bukti berbagai kartu identitas palsu milik tersangka RM

DEPOK (MERAPI) – Anggota Badan Intelejen Negara (BIN) gadungan, RM (42) warga Pacitan, Jawa Timur diamankan Tim Resmob Progo Sakti Polda DIY, Sabtu (13/1) malam. Dia ditangkap di Gedongkuning, Yogya setelah menipu dua orang warga Yogya dengan modus kerjasama bisnis kuliner. Dari aksinya itu, pelaku berhasil meraup uang Rp 1,2 miliar.
“Tersangka mengaku sebagai anggota BIN untuk menyakinkan korbannya agar mau memberikan sejumlah uang untuk modal usaha. Namun ternyata, keuntungan yang dijanjikan tak diberikan oleh pelaku,” ujar Kasubdit Umum III Ditreskrimum Polda DIY AKBP Rizki Ferdiansyah kepada wartawan, Senin (15/1).
AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan, tersangka memiliki banyak atribut untuk meyakinkan korbannya. Mulai dari tanda pengenal BIN, Mabes Polri hingga KPK. Sayangnya, semuanya palsu.
“Setelah kami geledah, ditemukan barang bukti berupa kartu BIN, surat tugas, airsoft gun, ID card Mabes Polri, ID card intelejen investigasi, dan ID card KPK yang semuanya palsu,” kata AKBP Rizki.
Dikatakan, di Yogya pelaku mengelabui korban Edi dan Arif yang merupakan pemilik rumah makan di kawasan Pringwulung, Depok, Sleman. Awalnya pelaku mengajak kedua korban membuat bisnis kuliner di wilayah Gedongkuning, Yogya. Tak lupa, dia juga mengaku sebagai anggota BIN. Bahkan untuk meyakinkan korban, pelaku membawa kartu identitas dan senjata arisoft gun kemana-mana.
Para korban akhirnya mau diajak kerjasama dengan bagi hasil 40 dan 60 persen. Tersangka mengaku jika lahan tempat usaha merupakan miliknya sedangkan korban yang membangun tempat usaha itu. Namun seiring berjalannya waktu, pembagian hasil yang dilakukan tidak sesuai perjanjian. Bahkan setelah diaudit, banyak keganjilan dalam data keuangan rumah makan milik korban. Atas perbuatan tersangka RM, korban menderita kerugian hingga Rp 1,2 miliar. Usai kejadian ini, korban pun melapor kepada polisi. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil meringkus pelaku.
“Untuk di DIY baru dua ada karban, namun kami menduga masih ada banyak korban di tempat lain. Kami masih terus kembangkan kasus ini,” katanya.
Akibat perbuatannya, tersangka harus mendekam di sel tahanan Polda DIY. Tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (Shn)

Read previous post:
POLISI MENILAI ANEH TAPI NYATA Selasar BEI Ambruk, 77 Orang Luka
POLISI MENILAI ANEH TAPI NYATA – Selasar BEI Ambruk, 77 Orang Luka

JAKARTA (MERAPI) - Lantai selasar di Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, ambruk Senin (15/1) pukul 12.10 WIB dan

Close