PENGOSONGAN LAHAN RICUH LAGI, 3 ORANG DIAMANKAN – Polisi-Warga Penolak Bandara Saling Dorong

Aparat kepolisian mengamankan warga yang menghalangi kinerja petugas
Aparat kepolisian mengamankan warga yang menghalangi kinerja petugas

TEMON (MERAPI) – Setelah sempat menghentikan sementara kegiatan pengosongan lahan atau land clearing sebagai upaya colling down di area warga penolak, PT Angkasa Pura I kembali bergerak di lahan Izin Penetapan Lahan (IPL) Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Kecamatan Temon, Kulonprogo, Senin (7/1). Ternyata, upaya untuk mendinginkan suasana yang dilakukan PT Angkasa Pura tidak membuahkan hasil. Di hari pertama pengosongan lahan, suasana justru memanas lantaran warga penolak pembangunan bandara yang didampingi solidaritas mahasiswa tetap bersikeras untuk bertahan, hingga kericuhan tak terhindarkan.
Pekerjaan pengosongan lahan menyasar 35 bidang dari 31 warga yang tersebar di Desa Glagah dan Desa Palihan. Pengosongan menyasar bidang-bidang yang sudah dikonsinyasi dengan merobohkan rumah yang telah kosong. Selain itu, pohon-pohon yang ada di atas IPL dan kosinyasinya sudah selesai, tidak luput dari sasaran. Empat alat berat back hoe diterjunkan dalam kegiatan ini.
Namun, proses land clearing sempat diwarnai kericuhan. Ketika alat berat menerjang pohon milik warga penolak yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP), sejumlah warga mencoba menghadang dan meneriaki petugas kepolisian yang mengamankan operasional alat berat. Suasana semakin panas ketika tiga orang warga dan aktivis mencoba menerobos barikade petugas kepolisian. Teriakan mereka pun bersahutan dengan suara robohnya pohon.
“Pohon milik warga kenapa dirobohkan. Kenapa kalian tidak melindungi warga,” teriak Ponirah, salah satu warga penolak.
Agar suasana kondusif, tiga orang ini diseret dan diamankan oleh anggota kepolisian. Tak tinggal diam, puluhan warga lain kemudian terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian.
“Ini masih tanah warga, kenapa petugas menghalangi kami. Kami tidak rela,” imbuh warga yang lain.
Dari 35 bidang yang dikosongkan, 19 bidang telah dinilai seluruhnya. Sedangkan bidang lainnya hanya dinilai tanahnya saja. Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara NYIA dari PT Angkasa Pura I, Sudjiastono kemudian meminta warga untuk segera mengambil uang konsinyasi di pengadilan melalui Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) DIY. Mereka hanya perlu membawa surat keterangan kepemilikan lahan yang asli. Kanwil BPN DIY akan memberikan rekomendasi untuk pengambilan uang di pengadilan.
“Warga yang bidangnya telah dikonsinyasi kami harap segera mengosongkan lahannya,” tegas Sudji. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
karyawan pet shop kuras uang dan perhiasan majikan senilai Rp 30 juta
Sebulan Bekerja, Kuras Harta Majikan

YOGYA (MERAPI)- Baru sebulan jadi karyawan pet shop, Ag (32) asal Pontianak, nekat mencuri uang dan perhiasan milik majikannya, Chopin

Close