2 Kali Dihukum, Kendalikan Narkoba di LP

2 Kali Dihukum, Kendalikan Narkoba di LP
Kepala BNNP Jateng Tri Agus didampingi para Kabag memberi keterangan pers.

SEMARANG (MERAPI) – Sutrisno alias Babe (47), terpidana kasus narkoba, meski sudah dua kali masuk penjara, tetap tidak kapok berdekatan dengan narkoba. Bahkan, setelah dipindah dari LP Narkotika Nusakambangan ke LP kelas I Kedungpane, Semarang masih juga berbisnis barang haram.

“Babe setelah dipindahkan dari LP Narkotika Nusakambangan ke LP Kedungpane Semarang bukannya sadar,tetapi malah kembali berdagang sabu dan tertangkap,” ungkap Kepala BNNP Jateng Drs Tri Agus Heru Prasetya, Rabu(27/12) pada acara jumpa pers akhir tahun di kantor BNNPJateng, Semarang.

Disebutkan, Babe asal Solo mulai berkenalan dengan lembaga pemasyarakatan pada pertengahan tahun 2016. Babe tertangkap terkait peredaran sabu dan dijatuhi hukuman 7 tahun, kemudian dijebloskan di LP Narkotika Nusakambangan setelah dipindahkan dari LP Solo. Kemudian, pada Januari 2017, ia dari dalam LP mengedarkan sabu seberat 1 kg dan dijatuhi hukuman 17 tahun penjara. Babe lalu dipindahkan ke LP kelas I Kedungpane Semarang. Walau di dalam LP dua kali terjerat kasus peredaran narkoba, tidak juga membuatnya kapok. Di Kedungpane, napi itu kembali mengendalikan peredaran sabu. Saat ini Babe tengah menjalani proses peradilan yang ketiga.

Tri Heru mengungkapkan, jumlah kasus narkoba yang diungkap BNNP Jateng tahun 2017 bila dibanding tahun sebelumnya mengalami peningkatan. Tahun 2016 tercatat 13 kasus dengan jumlah berkas perkara 19 kasus. Tahun 2017 yang diungkap BNNP Jateng meningkat menjadi 18 kasus dengan 40 berkas perkara dan 40 tersangka.

Menurut Kepala BNNP Tri Agus dari 40 perkara dengan 40 tersangka, peredaran barang haram itu lebih banyak dikendalikan dari dalam LP. “Ada 83 persen dari 18 kasus narkoba yang diungkap BNNP dikendalikan anak binaan LP(napi),” jelas Tri Agus Heru. (Sky)

Read previous post:
Gagal Curi Burung, Disidang
Gagal Curi Burung, Disidang

BANTUL (MERAPI) - Pencuri burung, AS (32) warga Pringgan Pendowoharjo Sewon Bantul diseret ke kursi pesakitan PN Bantul, Rabu (27/12).

Close