PELAKU 3 KALI MENCURI DI PASAR KOLOMBO – Tak Punya Uang, Ibu Muda Bobol Kios

Ilustrasi Tak Punya Uang, Ibu Muda Bobol Kios
Ilustrasi Tak Punya Uang, Ibu Muda Bobol Kios

DEPOK (MERAPI)- Demi mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, seorang ibu muda, Ny HK (22) warga Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman nekat membobol sebuah kios di pasar Kolombo, Condongcatur, Depok, Sleman Rabu (20/12) sekitar pukul 01.00 WIB. Dia mengaku terpaksa mencuri lantaran pendapatan suaminya sebagai buruh bangunan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dia dan anaknya yang berusia 4 tahun. Aksi pencrian di pasar itu ini sudah dilakukan pelaku sebanyak 3 kali.

“Barang curian kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Kapolsek Depok Timur Kompol Novita Ekasari kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, aksi pencurian itu diketahui oleh pemilik kios lainnya di Pasar Colombo, Budi. Kemarin pagi, saksi berniat mengecek kiosnya di Pasar Colombo. Saat sampai di kios korban, dia memergoki pelaku berusaha membuka gembok pintu kios dan menggasak tabung elpiji. Dalam menjalankan aksinya, HK membeli gembok dan memanfaatkan mata kunci untuk membuka gembok di kios itu.

“Saat ditangkap, HK belum sempat mencuri karena keburu ketahuan pak Budi yang juga memiliki kios di Pasar Kolombo. Sebelumnya kios Pak Budi  juga pernah kecurian,” beber Kompol Novita.

Akibat perbuatannya pelaku langsung digelandang di Mapolsek Depok Timur. Menurut Novita, dari hasil introgasi yang dilakukan, pelaku mengaku pernah dua kali mencuri di kios yang berbeda di Pasar Kolombo. Aksinya yang pertama, HK mencuri gula pasir 2 kilogram, tabung gas 3 kilogram dan uang Rp 220 ribu.

Selanjutnya pelaku kembali membobol kios yang berbeda, dan mencuri gula pasir 4,5 kilogram, tabung gas 3 kilogram serta 30 sachet kopi. “Modus yang digunakan selalu sama. Yakni, pelaku membeli gembok baru dan menggunakan mata kuncinya untuk membuka gembok-gembok di kios. Barang hasil curian dijual ke tukang rongsok seharga Rp 60.000,” kata Novita. Kepada polisi, ujar Novita, pelaku mengaku nekat mencuri di pasar karena terjerat masalah ekonomi. Penghasilan suaminya sebagai buruh bangunan tak mencukupi kebutuhan ekonomi.

Novita menambahkan, jika hendak mencuri, HK meninggalkan rumah dan pamit dengan suaminya mau menengok ayahnya yang dirawat di RSUD Sleman. Tapi HK justru pergi ke pasar Kolombo menggunakan motor Honda Vario untuk melakukan pencurian.

“Pelaku dijerat dengan Tindak Pidana Ringan (Tipiring), pasal 364 jo 53 KUHP tentang percobaan pencurian ringan,” pungkasnya. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Noh Salleh saat manggung di Terminal Cafe. Foto: MERAPI-Swadesta Aria Wasesa.
Kata Musisi Negeri Jiran Noh Salleh, Penggemar Musik Yogya Luar Biasa

MUSISI asal negeri Jiran, Noh Salleh kaget bukan main dengan respon pendengar musik di Yogyakarta. Vokalis band Hujan yang baru

Close