REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN GADIS TUNA RUNGU – Korban Diperkosa Dalam Kondisi Tak Berdaya

Proses reka ulang kasus pembunuhan gadis tunarungu
Proses reka ulang kasus pembunuhan gadis tunarungu

BANTUL (MERAPI)- Polisi akhirnya menggelar reka adegan atau rekonstruksi kasus perampokan, perkosaan dan pembunuhan terhadap gadis tuna rungu, Utami Dwi Cahyo (26) warga Dusun Plawonan, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Selasa (19/12). Demi mempertimbangkan sisi keamanan, reka adegan tersebut tidak digelar di tempat kejadian perkara (TKP) namun di Asrama Polres Bantul. Dalam rekonstruksi terungkap jika pelaku memperkosa korban sebelum membunuhnya. Padahal saat diperiksa sebelumnya, dia ngotot tak melakukan perkosaan terhadap korban.

Dari 22 adegan yang direncanakan, berkembang menjadi 28 adegan. Sehingga polisi menemukan beberepa fakta baru terkait kronologi kejadian yang menewaskan Utami Dwi Cahyo pada pertengahan November yang lalu itu, termasuk tindak perkosaan tadi.

Seluruh adegan yang diperankan oleh tersangka AF (42) menunjukkan kronologi detail kejadian tersebut. Tersangka AF tiba di halman rumah korban setelah diturunkan paksa oleh sopir angkutan jurusan Yogya-Wates. Di Depan rumah korban, AF sempat makan dan minum di teras rumah korban, bahkan bungkus makanan dibuang tersangka tidak jauh dari teras tersebut. Setelah itu tersangka kemudian masuk ke dalam rumah langsung menuju ke ruangan belakang. Lantaran pintu menuju ke kamar mandi terkunci, tersangka kemudian kembali lagi. Namun saat itu tersangka melihat pintu kamar korban terbuka. Seketika pelaku mengintip ke dalam kamar tersebut.

Kepala Satuan Reskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan saat diintip itulah korban yang dalam posisi tidur melihat tersangka, kemudian berdiri dan berteriak. Takut menarik perhatian warga sekitar, pelaku masuk dan mendorong korban. Akibat dorongan tersebut, kepala korban membentur tempat tidur. “Setelah itu pelaku menekan leher korban dengan tangan,” ungkap Anggaito.

Tindakan pelaku tersebut membuat korban lemas dan tidak berdaya. Pelaku pun dengan leluasa melucuti pakaian korban yang tuna rungu tersebut.  Anggaito menjelaskan pemerkosaan tersebut dilakukan dalam kondisi korban lemas, namun begitu beberapa kali korban sempat melakukan perlawanan. Bahkan pada tangan tersangka masih terdapat bekas cakaran korban. “Setelah memperkosa, tersangka ini meninggalkan korban yang sudah tidak berdaya,” sebutnya. karena luka yang parah itulah akhirnya korban tewas di kamar tidurnya.

Seperti diberitakan, kasus pembunuhan disertai pemerkosaan ini diketahui terjadi pada Sabtu (18/11) siang lalu. Saat itu kakak korban yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban curiga karena sejak pagi, korban tidak keluar rumah. Setelah dicek ke dalam kamar, kakak korban mendapati adiknya sudah tidak berdaya dengan kondisi tanpa busana. Tersangka AF berhasil ditangkap polisi hanya berselang dua hari, yakni pada Senin (20/11) dinihari. Selain memperkosa, tersangka merampas barang berharga yakni kalung dan gelang milik korban serta hanphone dan sebuah televisi. Saat diperiksa polisi, pelaku bahkan sempat ngotot tak memperkosa korban. Polisi menjerat tersangka dengan pasal 339 dan 365 KUHP dengan acaman pidana penjara 20 tahun hingga seumur hidup. (C1)

Read previous post:
Jokowi didampingi Gubernur DIY dan Menristek Dikti saat hendak melakukan penanaman pohon cendana di UGM
NOSTALGIA JOKOWI DI KAMPUS UGM – Reuni Teman Seangkatan Hingga Sambangi Dosen Pembimbing

DEPOK (MERAPI) - Presiden Joko Widodo memberi kuliah umum dalam Rapat Terbuka Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (19/12). Kegiatan ini

Close