Menipu, Kontraktor Alat Pemanas Air Ditangkap

Tersangka DA saat digelandang di Polsek Bulaksumur
Tersangka DA saat digelandang di Polsek Bulaksumur

BULAKSUMUR (MERAPI)- Nasib apes menimpa Septiady (40) warga Kotagede Yogya yang tertipu kontraktor. Saat itu korban hendak memasang water heater (alat pemanas air) di kos-kosan yang berada di daerah Gejayan Sleman.

“Pekerjaan tidak diselesaikan, namun uang Rp 79 juta justru dibawa kabur oleh tersangka,” kata Kapolsek Bulaksumur Kompol Suhardi, Senin (18/12).

Kejadian itu bermula saat korban bertemu tersangka DA (35) warga Semarang untuk mengerjakan proyek pemasangan alat pemanas air. Setelah terjadi kesepakatan harga, tersangka setuju memasang 26 set alat seharga Rp 79 juta.

Dalam perjanjian itu, tersangka setuju memasang alat dalam kurun waktu mulai 26 Juni hingga 10 November 2017. Namun setelah jatuh tempo penyelesaikan pekerjaan, tersangka justru baru memasang dua unit alat.

Setelah korban menanyakan pada tersangka, ia justru meminta perpanjangan waktu dua minggu untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Namun setelah jatuh tempo, pekerjaan yang dijanjikan tersangka tak kunjung diselesaikan.

Bahkan saat korban mencoba menghubungi tersangka, handphone tidak aktif dan tersangka tidak ada di rumah. Sadar menjadi korban penipuan, korban langsung melaporkan ke Polsek Bulaksumur.

“Korban ditangkap di lokasi proyek pada 13 Desember lalu. Kini tersangka sudah diamankan di Polsek Bulaksumur guna proses hukum selanjutnya,” katanya.

Tersangka mendapatkan uang tersebut secara bertahap, saat itu tersangka berdalih minta uang untuk belanja keperluan pembelian alat. Korban percaya kepada tersangka lantaran sebelumnya juga mengerjakan proyek yang sama di Semarang.

“Tersangka minta uang pada korban enam kali, namun korban tidak curiga pada tersangka meskipun pekerjaan tidak diselesaikan. Hubungan keduanya sebatas teman dalam urusan proyek,” jelasnya.

Sementara itu tersangka DA mengaku nekat melakukan penipuan lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Uang hasil penipuan digunakan untuk membayar utang, termasuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan berfoya-foya.

“Saya baru pertama melakukan penipuan ini karena terdesak kebutuhan ekonomi. Saya menyesal sudah melakukan penipuan,” ucapnya. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Barang bukti yang diamankan polisi
Tawuran, 30 Pelajar SMP Diamankan

SEMARANG (MERAPI) - Tawur antarpelajar SMP di kota Semarang pecàh di seputar Jalan Sudirman dan kawasan Kembang Arum Semarang, Senin

Close