PENGACARA MENILAI KASUSNYA DIPAKSAKAN – Suami Laporkan Penggelapan, Istri Ditahan

Suraji (kiri) penasihat hukum tersangka saat memberikan keterangan pers
Suraji (kiri) penasihat hukum tersangka saat memberikan keterangan pers

YOGYA (MERAPI) – Tim penasihat hukum Suraji Noto Suwarno SH MH dan Tris Pratikno SH akan melakukan upaya dan tindakan hukum terhadap tersangka seorang ibu rumah tangga, Ny EA yang menjalani tahanan di Polsek Mlati Sleman. Pasalnya penetapan tersangka yang dilaporkan melakukan pidana penggelapan dalam rumah tangga oleh suaminya Deo Ahmad Zaenudin terkesan dipaksakan.

Semula tersangka dilaporkan ke Polsek Mlati Sleman pada 29 Agustus 2016 terkait tindak pidana penggelapan dalam keluarga dengan pasal 376 KUHP. “Kasus ini seharusnya tak bisa dijalankan. Sehingga kami menilai penanganan kasus ini terlalu dipaksakan,” ujar Suraji dalam keterangan pers yang disampaikan kepada wartawan di Kotabaru Yogyakarta, Senin (18/12).

Disebutkan, awalnya pelapor Deo dan terlapor Ny ES menikah pada 28 Desember 2005 dan hingga kini masih terikat perkawinan sah dan lahir 2 anak. Tetapi dalam perjalanan rumah tangganya pelapor tak bertanggung jawab kepada terlapor yang tak lain istrinya sendiri.

Bahkan pelapor sering melakukan kekerasan terhadap terlapor. Perbuatan tersebut dilakukan di hadapan kedua anaknya yang masih kecil, sehingga mengakibatkan trauma berdasarkan beberapa catatan dari pihak keluarga. Termasuk catatan anak tersebut tidak mau tinggal dengan pelapor sebagai ayahnya dan surat keterangan resmi dari psikolog.

Puncaknya ketika terlapor diberi amanah pelapor untuk investasi pada salah satu koperasi tetapi tak dilakukan. Tetapi terlapor yang kini menjadi tersangka justru menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan maupun biaya sekolah anak-anak. Perbuatan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Mlati Sleman hingga ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Disebutkan Suraji, yang dimaksud dalam Pasal 376 KUHP adalah penggelapan anak pada aset orang tua atau kerabat. Dalam hal ini istri tidak bisa dimasukkan dalam kategori penggelapan dalam rumah tangga.

Berdasarkan pasal 35 ayat 1 UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jelas disebutkan harta yang didapat suami atau istri yang terikat dalam perkawinan adalah harta bersama. Tentu tidak bijak bila suami bekerja dan istri hanya mengasuh anak terus dibilang istri tak punya hak atas hasil kerja suami.

Sementara Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu menyatakan belum bisa memberikan tanggapan karena masih akan melihat perkembangannya. “Kami masih akan melihat perkembangan kasusnya seperti apa,” jelasnya singkat. (C-5)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Buruh berpartisipasi dalam gerakan 1000 antipolitik uang
Antipolitik Uang, Buruh Kumpulkan Koin

MUNGKID (MERAPI) - Sebagai bentuk protes dan tidak ingin dijadikan sebagai objek serta sasaran politik uang, buruh di Kabupaten Magelang

Close