Antipolitik Uang, Buruh Kumpulkan Koin

Buruh berpartisipasi dalam gerakan 1000 antipolitik uang
Buruh berpartisipasi dalam gerakan 1000 antipolitik uang

MUNGKID (MERAPI) – Sebagai bentuk protes dan tidak ingin dijadikan sebagai objek serta sasaran politik uang, buruh di Kabupaten Magelang menyumbangkan uang seribu rupiah untuk diberikan kepada peserta pemilu, yang dinamainya ‘Gerakan Seribu Rupiah Anti Politik Uang’, Senin (18/12).

Koordinator buruh Ismail mengatakan, selama ini buruh menjadi objek dalam pemilu baik pilkada, pemilu presiden dan pemilu legislatif, yang di antaranya menjadi sasaran politik uang dari peserta dan tim suksesnya.

“Ini sebuah penghinaan pada buruh, kami ingin menjadi subjek, yakni memberi pada peserta pemilu,” katanya di sela aksi yang dilakukan usai Forum Group Discussion Pengawasan Pemilu Partisipatif Panwaskab Magelang.

Dikatakan, dengan menjadi objek, buruh tidak punya nilai tawar, sebab harus menurut sesuai  keinginan pemberi uang, yakni mencoblos sesuai dengan arahan. Dampaknya juga negatif, peserta pemilu jika berkuasa akan mencari pengembalian uang dan itu artinya korupsi.

“Dengan memberi uang kepada peserta pemilu, kami punya nilai lebih. Kami dapat mengawasi mereka saat berkuasa, karena kami yang membiayai kampanye,” katanya.

Ketua Panwaskab Magelang Habib M Saleh mengatakan, peran masyarakat sangat penting dalam pengawasan pemilu. Melalui pengawasan partisipatif masyarakat mengawasi dari prapemilu, proses pemilu hingga pascapemilu, yakni ketika mereka berkuasa. “Panwaskab Magelang, buruh dan  Electoral and Managemen Constitutional bersama luncurkan gerakan seribu rupiah anti politik uang,” katanya, sembari mengemukakan dana yang terkumpul Rp 100.200.

Mantan Komisioner Bawaslu RI Nasrullah mengatakan, pragmatis transaksional di pemilu harus diubah yang satu di antaranya melakukan peran partisipatif secara bersama-sama dan masif bila perlu untuk memberi sebuah pelajaran.

“Hindari yang namanya meminta uang dalam pilkada dan kini menjadi memberi dana untuk kontestasi peserta pemilu,” katanya.

Dia mengatakan,  Gerakan Seribu Rupiah Anti Politik Uang menjadi salah satu jawabannya. Gerakan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Magelang ini merupakan yang kali pertama di Indonesia. ” Saya terharu, justru ini dari kaum buruh. Mereka sangat antusias, ” katanya.

Dia mengatakan dana ini akan dikoordinir oleh Electoral and Manajemen Constitutional untuk diberikan pada kandidat presiden dan partai politik yang ikut konstentasi 2019. Keuangan akan diaudit oleh akuntan publik. (Osy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Ilustrasi Tak Sembarang Selfie
Tak Sembarang Selfie

WAHAI para laki-laki, berhati-hatilah ketika berfoto selfie dengan perempuan bersuami. Salah-salah bisa jadi masalah ketika foto tersebar. Repotnya bila suami

Close