Bukan Surga Pemabuk

Bukan Surga Pemabuk
Ilustrasi

HAMPIR setiap hari di Yogya ada orang mabuk. Ada yang mabuk di kafe, hotel, warung, bahkan di jalan. Seolah tidak ada larangan orang untuk mabuk. Alhasil, di mana-mana ada orang mabuk. Jika hal ini terus dibiarkan, tentu sangat berbahaya. Dikhawatirkan Yogya jadi surganya pemabuk. Karena itu, sebagai warga Yogya atau setidak-tidaknya telah lama tinggal di Yogya, wajib untuk menjaga nama baik kota pendidikan ini.

Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan di Yogya, beberapa kampung telah memasang spanduk ajakan memberantas narkoba dan miras. Ada pula yang memasang slogan dengan huruf besar-besar: kampung ini bebas narkoba dan miras. Tentu maksudnya di kampung tersebut tidak boleh ada narkoba maupun miras. Bila semua kampung menerapkan slogan tersebut, alangkah indahnya Yogya.

Sementara di kalangan tertentu, di hotel-hotel berbintang misalnya, masih disediakan minuman keras atau minuman beralkohol dalam jumlah terbatas. Ini hanya dimaksudkan untuk melayani wisatawan mancanegara yang kebiasan minum miras. Apakah dengan demikian wisatawan manca bebas mabuk dan menenggak miras ? Siapa yang menjamin miras tersebut hanya dikonsumsi wisatawan manca ? Pertanyaan yang sulit dijawab, lantaran faktanya tak sedikit wisatawan lokal yang menenggak miras dan mabuk.

Yang jelas, pemerintah hanya membatasi peredaran miras, bukan melarang total. Minum-minuman keras dan mabuk sepertinya sudah menjadi satu kesatuan, meskipun tidak selamanya orang yang menenggak miras akan mabuk. Dalam kadar tertentu orang minum miras tidak mabuk, tapi bila berlebihan berakibat mabuk. Itupun tergantung kondisi masing-masing.

Lantas, bagaimana hukumnya orang yang mabuk miras ngisruh dan mengganggu ketertiban umum ? Ini jelas-jelas melanggar hukum dan KUHP. Pasal 536 KUHP melarang orang mabuk di jalan umum. Apakah bila mabuk di dalam rumah tidak melanggar hukum ? Berdasar pasal tersebut, jawabnya tidak.

Beberapa hari lalu, dua mahasiswa luar Yogya, Yo dan Ye, mabuk berat di Jalan Langensari Gondokusuman. Yo memukuli orang yang lewat, sedang Ye memilih tidur di genteng. Keduanya jelas melanggar hukum, masih ditambah memukuli orang, sangkaannya pun berlapis. Kita dukung polisi bertindak tegas. (Hudono)

Read previous post:
MILIK NAPI PEKALONGAN - Sabu Senilai Rp 1,5 M Dimusnahkan
MILIK NAPI PEKALONGAN – Sabu Senilai Rp 1,5 M Dimusnahkan

SEMARANG (MERAPI) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Kamis(7/12) memusnahkan sabu 751 gram dari 811,94 gram yang disita dari

Close