DI SEMARANG BNN GEREBEK PABRIK PCC – Jutaan Pil Ekstasi Disita di SOlo

Rumah yang dikontrak untuk produksi PCC di Semarang
Rumah yang dikontrak untuk produksi PCC di Semarang

SOLO (MERAPI) – Pengelola prabrik narkoba jenis ekstasi, Mita Samarinda (20) warga Jalan Kepodang Himawan suite  Perumahan Fajar Indah Solo ditangkap tim Badan Narkotika Nasional (BNN) bersamaan dengan penggerebekan pabrik yang telah memproduksi jutaaan tablet ekstasi di Jalan Setia Budi, Cinderejo, Banjarsari, Solo, Minggu (3/12).

Mita, yang dikenal sebagai ‘ratu inex’ diringkus bersama lima anak buahnya. Polisi juga mengamankan barang bukti (BB)  di antaranya alat mesin produksi mesin sebanyak empat  buah, satu  karung kemasan tablet, dua  boks kontainer berisi bahan jadi tablet, tiga  boks kontainer bahan bentuk tepung dan sembilan jeriken  cairan alkohol. Selain itu juga disita barang bukti tiga jenis  tepung dalam satu buah  tong plastik kecil, satu  tepung tong kecil dan  alat pengering tablet dalam satu  ruangan.

Kombes Pol Agus Setianto SIK dari BNN Pusat dan Kombes Pol Wisnu SIK  didampingi Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hariwibowo kepada wartawan, Minggu (3/12) mengatakan pengungkapan adanya pabrik ekstasi di wilayah hukum Polresta Surakarta ini merupakan hasil pengembangan penangkapan tersangka  Mildan, pacar Mita. Mildan diduga berperan sebagai pemilik pabrik ekstasi sedang pacarnya Mita bertindak sebagai pengelola. “Dari pengembangan kasus Mildan , anggota BNN gabungan dengan Polresta Surakarta akhirnya menggerebek pabrik ekstasi di Cinderejo, Banjarsari, Solo,” ujar Kombes Pol Agus Setianto.

Lima pelaku yang  tertangkap bekerja di  bagian produksi pembuatan narkoba ekstasi di antaranya berstatus mahasiswa sebuah PTS di Solo, Jajah Isworo (22), warga Ngadipiro  Desa Jaten kecamatan Selogiri Wonogiri, Susilo (44) karyawan swasta warga Perum Puteraco  Kelurahan Pasir Nanjung Kecamatan Cimangung Sumedang Jawa Barat. Selain itu juga ditangkap Heri Dwimanto (32) warga Babadan  Wetan  Kelurahan Babadan kec Paron Ngawi, Maryanto (28)  karyawan swasta penduduk  Jalan  Karanganyar  Kelurahan Sudagaran kecamatan Banyumas kabupaten Banyumas. Polisi juga meringkus Sumardi (44), penduduk  Bulak Rejo RT 02/19 Kelurahan Semen kecamatan Paron Ngawi Jatim.

Polisi meminta keterangan saksi Siti Masifa (63), pemilik rumah di Jalan Setia Budi, Cinderejo, Solo ynag disewa komplotan produsen narkoba. Saksi Erna yang berperan sebagai tukang masak di rumah yang disewa komplotan juga diminta keterangan.

Sementara di Semarang, BNN menggerebek dua bangunan rumah yang digunakan untuk memproduksi paracetamol caffein carisoprodol (PCC), Minggu. Kedua bangunan yang dipakai memproduksi dan gudang pil  PCC itu terletak di Jalan Halmahera 27 dan Jalan Gajah Semarang.

Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN Brigjen Irwanto mengatakan,  pihaknya sedang melakukan pendataan,termasuk hasil penggerebekan di Solo dan Tasikmalaya.

“Semua  barang bukti masih kita hitung,” jelasnya.

Ia menjelaskan, penggerebekan dilakukan serentak di tiga kota yakni  Semarang, Solo, dan Tasikmalaya. (Hau/Sky)

Read previous post:
Ilustrasi Tiga Remaja Aniaya Jukir
Tiga Remaja Aniaya Jukir

GONDOKUSUMAN (MERAPI) - Sebanyak tiga remaja berusia di bawah umur, menganiaya seorang juru parkir di Jalan C Simanjuntak Gondokusuman Yogya,

Close