Setubuhi Anak Kandung Dihukum 18 Tahun

Ilustrasi - Setubuhi Anak Kandung Dihukum 18 Tahun
Ilustrasi – Setubuhi Anak Kandung Dihukum 18 Tahun

WATES (MERAPI) – Terdakwa kasus pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri, Suparjito (44) warga Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo divonis hukuman penjara 18 tahun dalam sidang di PN Wates, Senin (27/11). Suparjito dinyatakan bersalah oleh Ketua Majelis Hakim, Edy Sameaputty, setelah tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun.

Usai mendengar vonis dari hakim, Suparjito menyatakan menerima putusan tersebut dan tak akan banding. Meski demikian, Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus ini, Dian Natalia, meminta waktu tujuh hari untuk pikir-pikir.

“Terdakwa divonis penjara 18 tahun dan denda Rp 60 juta subsider 3 bulan kurungan karena melanggar Pasal 81 Ayat 1 juncto Pasal 76D Ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” kata Dian, usai persidangan.

Setelah ini, Dian akan melapor putusan hakim kepada pimpinan. Kemungkinan besar, putusan tersebut akan diterima mengingat terdakwa sudah menerima vonis tersebut.

Selain Suparjito, kasus pencabulan di Kecamatan Samigaluh ini juga melibatkan pacar korban, Triyanto (22). JPU yang menangani kasus tersebut, Rini Tyas Utami telah mengajukan banding karena vonis yang dijatuhkan kepada Triyanto lebih ringan dibanding tuntutan JPU.

Menurut Rini, pihaknya menuntut Triyanto dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 1 bulan kurungan. Dasar hukum yang disusun untuk menuntut Triyanto yakni Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Namun vonis yang dijatuhkan hakim pada persidangan 21 November lalu lebih ringan, yakni 4 tahun penjara.

“Kami ajukan banding hari ini karena vonis kemarin lebih ringan,” ujarnya.

Terungkap di persidangan, Suparjito dan Triyanto menyetubuhi korban sejak April hingga Mei 2017. Kedua terdakwa merupakan ayah dan pacar korban. Terdakwa Suparjito leluasa mencabuli anaknya karena istrinya bekerja di luar negeri. Sehingga dia beberapa kali melakukan hal itu di rumah. Parahnya, pacar korban juga ikut melakukan persetubuhan. Tidak terima atas perlakuan kedua terdakwa, korban kemudian bercerita kepada ibunya yang sedang bekerja di luar negeri. Kesal dengan ulah suaminya, ibu korban pun langsung melapor ke polisi. Suparjito akhirnya diamankan polisi pada 5 Juni lalu, sementara penangkapan Triyanto berselang 20 hari setelahnya. (Unt)

Read previous post:
Ilustrasi - Sedang menunggu tamu, 2 psk kena garuk
Sedang Menunggu Tamu, Dua PSK Kena Garuk

GEDONGTENGEN (MERAPI) - Dua pekerjas seks komersial (PSK) digaruk petugas gabungan Polresta Yogya dalam razia penyakit masyarakat pada Minggu (26/11)

Close