Mayat Bayi Mengapung di Selokan Mataram

Mayat Bayi Mengapung
Mayat Bayi Mengapung

MLATI (MERAPI) – Sesosok bayi ditemukan sudah tak bernyawa di aliran Selokan Mataram depan kampus MM UGM, tepatnya di Dusun Sendowo, Sinduadi, Mlati, Sleman, Minggu (26/11) siang. Diduga bayi tersebut dibuang oleh orangtuanya karena hasil hubungan di luar nikah. Hingga kemarin, polisi masih memburu pelaku pembuangan dan pembunuhan bayi tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Dandung Pratidina kepada wartawan kemarin mengatakan, mayat bayi laki-laki tersebut ditemukan pertama kali oleh saksi Syamsul (46) seorang pemulung yang sedang mencari barang bekas di selokan. Saat menyisir aliran Selokan Mataram kemarin siang, tiba-tiba saksi melihat tubuh bayi tersebut mengapung dalam keadaan mengenaskan. Dia kemudian melapor kepada warga setempat dan dilanjutkan ke aparat Polsek Mlati. Polisi segera menindaklanjuti laporan itu dengan mengevakuasi mayat bayi itu.

“Saat ditemukan, kondisi bayi sudah tidak utuh. Bayi dalam keadaan telanjang di dalam saluran air,” kata Dandung kepada Merapi.

Dikatakan, usai dievakuasi, polisi kemudian membawa bayi yang bagian tubuhnya sudah tidak utuh lagi itu ke RS Bhayangkara Polda DIY guna proses medis lebih lanjut.

Dandung menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab bayi malang ini dibuang dan dibunuh. Namun pihaknya menduga mayat bayi laki-laki tersebut diperkirakan sengaja dibuang oleh ibunya setelah melahirkan karena hubungan gelap. Polisi pun masih memburu pelakunya.

“Kita masih mendalami kasus ini untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi itu,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
Sutradara Klitih
Sutradara Klitih

DI saat pemerintah giat-giatnya mendorong pelajar berprestasi, fenomena ironis terjadi di Yogya.  Baru-baru ini seorang pelajar SMA di Sleman, RF

Close