Teror Pembacokan Seminggu Sekali

Teror Pembacokan Seminggu Sekali
Teror Pembacokan Seminggu Sekali

BANTUL (MERAPI) – Wilayah Kabupaten Bantul kembali diteror oleh aksi pembacokan, Minggu (26/11). Kali ini komplotan cah klitih membacok secara brutal korban Ahsanul Fikri (17) warga Bantul saat melintas di Jalan Bantul Dusun Pucung, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Teror pembacokan ini menjadi yang ketujuh di Bantul selama 1,5 bulan ini. Jika dirata-rata, tiap pekan terjadi lebih dari sekali pembacokan di Bantul.

Dari tujuh kasus itu, baru dua yang berhasil diungkap, dengan korban jiwa satu orang. Sementara akibat dibacok di Jalan Bantul, korban Ahsanul Fikri mengalami luka bacok di siku kanan.

Menurut keterangan, kasus pembacokan di Jalan Bantul itu terjadi sekitar pukul 02.30. Sebelum kejadian, korban bersama satu rekannya bermaksud mencari makan. Setelah itu dilanjutkan main game play stations di Kasihan, Bantul. Dalam perjalanan ke arena game itu, sesampainya di Jalan Bantul, korban mendahului 3 tiga pengendara motor jenis matik. Usai mendahului tiga orang itu, tanpa diduga salah satu pelaku langsung mengejar dan balik mendahului. Pelaku kemudian memepet korban. Setelah dekat, tiba-tiba pelaku langsung membacok tangan korban menggunakan senjata tajam. Setelah itu pelaku kabur ke arah utara. Usai kejadian ini, korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Kemudian korban melapor ke Polsek Sewon.

Kaposlek Sewon Kompol Subadi SH kepada wartawan kemarin mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus pembacokan tersebut. “Kami belum tahu apakah kasus tersebut berkaitan dengan pembacokan di Jalan Imogiri Barat atau tidak. Korban juga belum membuat laporan di Polsek Sewon. Meski begitu, anggota terus melakukan penyelidikan di lapangan,” jelas Subadi.

Terkait apakah kemungkinan korban pembacokan juga pelaku klitih,   Subadi belum bisa bicara banyak soal itu. “Kami belum bisa bicara soal itu, korban juga belum kami periksa, yang jelas anggota terus berupaya melakukan penyelidikan,” jelas Subadi. Kasus ini menambah panjang daftar teror pembacokan di Bantul. Sejak 10 Oktober lalu, total ada 7 kasus pembacokan di Bantul dengan korban tewas satu orang. Dari jumlah itu, baru 2 kasus yang terungkap. Jika dirata-rata, dalam seminggu terjadi lebih dari sekali kasus pembacokan di Bantul.

Seperti diberitakan, pada 10 Oktober lalu, komplotan penjahat menyerang korban Ahmad Susilo (32) warga Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul dengan senjata tajam. Hingga kini kasus tersebut belum terungkap. Setelah itu teror pembacokan kembali terjadi, 30 Oktober 2017. Korbannya Surya Bangun Dwi Aryanto (19) warga Plambongan Triwidadi Pajangan dan Agil Viantaka (16)  warga Sungapan, Argodadi, Sedayu, Bantul. Keduanya dibacok di Jalan Pajangan-Sedayu dan pelaku masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kemudian komplotan klitih juga beraksi di Jalan Sudimoro-Tembi Dusun Slanggen, Timbulharjo, Sewon Bantul pada Minggu (5/11). Korbannya, Arif Nur Rohman (20) warga Mredo Kabayan RT 2 Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul tewas akibat dibacok pelaku. Dua orang pelaku dibekuk dalam kasus ini, yakni A alias Bebek dan Ra keduanya warga Sewon Bantul. Setelah itu  pembacokan terjadi di Jalan Parangtritis, Sewon pada Minggu (12/11). Korbannya Wilfan Candra (16) warga Kembangsongo, Trimulyo, Jetis, Bantul. Hingga kini pelaku belum terungkap.

Sedang dua siswa SMA swasta di Bantul dan Yogyakarta masing-masing Gl (18) warga, Sriharjo, Imogiri, Bantul dan Yn (17) warga Miri Wetan Sriharjo Imogiri Bantul ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembacokan terhadap Herlan Pratama (17) warga Maredan, Berbah, Sleman. Yang terakhir, teror klitih kembali terjadi pada Jumat (24/11) dini hari. Korban Muhammad Nur Sidiq (18) warga Sanan, Bawuran, Pleret, Bantul ambruk tidak berdaya setelah dihajar sekelompok orang bersenjata pedang serta botol di Jalan Imogiri Barat Sudimoro, Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul. (Roy)

Read previous post:
Ratuasan suporter PSIM melakukan aksi damai memprotes manajemen PSIM
TUNTUT PEMBERANTASAN CALO HINGGA LEGALITAS KLUB – Protes Manajemen, Suporter PSIM Demo

YOGYA (MERAPI) - Ratusan suporter PSIM Yogya melakukan aksi damai dengan menggeruduk Wisma Ir Soeratin Sosrosoegondo yang menjadi sekretariat klub

Close